Politikus Demokrat Sebut Ucapan Puan Maharani Soal Sumatera Barat Hanya Retorika

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan pidato dalam pembukaan masa persidangan I tahun 2020-2021 di gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Juli 2020. Sidang tersebut mendengarkan pidato Ketua DPR RI Puan Maharani dalam rangka pembukaan persidangan I tahun 2020-2021 dan mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI Joko Widodo dalam rangka penyampain RUU tentang APBN TA 2021 disertai nota keuangan dan dokumen pendukungnya. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan pidato dalam pembukaan masa persidangan I tahun 2020-2021 di gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Juli 2020. Sidang tersebut mendengarkan pidato Ketua DPR RI Puan Maharani dalam rangka pembukaan persidangan I tahun 2020-2021 dan mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI Joko Widodo dalam rangka penyampain RUU tentang APBN TA 2021 disertai nota keuangan dan dokumen pendukungnya. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, JakartaSekretaris Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani angkat bicara ihwal pernyataan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani ihwal Sumatera Barat dan Pancasila. Kamhar mengatakan hanya Puan yang bisa menjelaskan maksud pernyataannya.

    Meski begitu, Kamhar mengatakan Demokrat menganggap pernyataan Puan itu retorika saja.

    "Partai Demokrat memandang pernyataan tersebut sebatas retorika saja, karena semua memahami secara substansi Sumatera Barat tak mungkin bisa dipisahkan dari Pancasila," kata Kamhar kepada Tempo, Sabtu, 5 September 2020.

    Kamhar mengatakan, Sumatera Barat adalah daerah asal para pendiri dan tokoh bangsa. Seperti Hatta, Sjahrir, K.H. Agus Salim, dan M. Yamin yang ikut dalam proses dialektika dan elaborasi Pancasila, baik secara langsung maupun tak langsung.

    "Mereka juga tercatat dalam sejarah membela Pancasila dari berbagai rongrongan ideologi lain," kata Kamhar.

    Kamhar mengakui ucapan Puan Maharani berdampak terhadap Mulyadi-Ali Mukhni, pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumbar yang diusung Demokrat, Partai Amanat Nasional, dan PDIP. Namun ia berharap dampak itu bisa segera dikelola agar tak berkepanjangan.

    "Tentunya ada dampak, kami berharap damage effect-nya bisa dikelola dan bisa di-recovery dalam waktu yang tidak terlalu lama," kata Kamhar.

    Kamhar juga berujar, dalam konteks Pilgub Sumbar, Mulyadi dan Ali Mukhnilah yang paling berperan untuk meyakinkan masyarakat. Menurut Kamhar, kedua figur tersebut bukan tokoh baru di Sumatera Barat.

    Kamhar mengklaim Mulyadi dan Ali Mukhni sudah banyak berkontribusi pemikiran dan tindakan dalam pembangunan di Bumi Minangkabau selama ini. Selain itu, kata dia, mereka juga memiliki visi misi yang konkret dan relevan untuk menjawab permasalahan serta tantangan Sumbar lima tahun mendatang.

    Menurut Kamhar, selama ini keduanya juga sudah bekerja untuk dapat memenangkan kontestasi Pilgub Sumbar 2020.

    "Sehingga kami optimis bahwa pasangan ini, di mana terdapat kader utama Partai Demokrat Mulyadi yang akan maju sebagai Cagub Sumbar akan dapat memenangkan hati dan pikiran masyarakat," kata Kamhar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.