Jubir Satgas: Mengkhawatirkan, Kita Belum Berhasil Menekan Penularan Covid-19

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Satgas COVID-19 yang baru, Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan terkait update pandemi tersebut di Indonesia . Pemerintah resmi menunjuk Wiku Adisasmito menjadi juru bicara pemerintah menggantikan Achmad Yurianto. Ketua Tim Pakar GTPPC-19 (KOMBEN BNPB/M Arfari Dwiatmodjo)

    Juru Bicara Satgas COVID-19 yang baru, Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan terkait update pandemi tersebut di Indonesia . Pemerintah resmi menunjuk Wiku Adisasmito menjadi juru bicara pemerintah menggantikan Achmad Yurianto. Ketua Tim Pakar GTPPC-19 (KOMBEN BNPB/M Arfari Dwiatmodjo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara sekaligus Ketua Dewan Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengakui bahwa pemerintah belum bisa menekan dan mencegah penularan Covid-19 secara konsisten. Hal ini terlihat dari angka peningkatan kasus yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

    "Sekarang terjadi kondisi yang mengkhawatirkan. Apa artinya ini semuanya? Artinya, kita sebenarnya belum berhasil menekan dan mencegah penularan secara konsisten secara nasional," ujar Wiku dalam konferensi pers virtual, Kamis, 3 September 2020.

    Menurut Wiku, upaya menekan dan mencegah penularan Covid-19 ini adalah pekerjaan rumah bersama seluruh elemen. "Ini tugas kita semua. Tidak hanya pemerintah, tapi juga masyarakat agar patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan," tuturnya.

    Per 3 September 2020, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 184.268 kasus dengan total pasien sembuh sebanyak 132.055 orang dan 7.750 orang meninggal.

    Anggota tim pakar Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah sebelumnya mengatakan bahwa selama tiga bulan terakhir ini angka positivity rate Covid-19 di Indonesia semakin meningkat dan masih jauh di bawah standar WHO.

    Per Agustus 2020 positivity rate Covid-19 di Indonesia ada 15,43 persen. Sementara standar aman WHO adalah 5 persen. "Jadi, positivity rate kita tiga kali lipat dari WHO. Masih jauh dari standar aman," ujar Dewi, kemarin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.