Satgas Covid-19: Angka Keterpakaian Tempat Tidur RS di DKI Tidak Ideal

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI AD mendonorkan plasma darahnya di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa 18 Agustus 2020. Pengambilan plasma konvalesen pasien sembuh COVID-19  yang menggunakan alat apheresis bertujuan untuk membantu penyembuhan pasien terkonfirmasi COVID-19. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Prajurit TNI AD mendonorkan plasma darahnya di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa 18 Agustus 2020. Pengambilan plasma konvalesen pasien sembuh COVID-19 yang menggunakan alat apheresis bertujuan untuk membantu penyembuhan pasien terkonfirmasi COVID-19. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan tingkat keterisian tempat tidur ruang isolasi dan ICU di DKI sudah tidak ideal.

    Wiku menjelaskan, DKI memiliki 67 rumah sakit rujukan Covid-19 dan 170 RS yang menangani Covid-19. Saat ini, angka keterisian tempat tidur di ruang isolasi sebanyak 69 persen. Sedangkan di ruang ICU mencapai 77 persen.

    "Kondisi ini memang kondisi yang tidak ideal," kata Wiku dalam konferensi pers melalui akun Youtube BNPB, Senin, 31 Agustus 2020.

    Menurut Wiku, pemerintah sedang mendorong menurunkan angka keterpakaian tempat tidur di bawah 60 persen. Sehingga, beban tenaga kesehatan di rumah sakit pun bisa berkurang.

    Upaya lain yang dilakukan pemerintah adalah dengan mengoptimalkan Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran untuk menangani pasien kategori ringan dan sedang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.