Minggu, 20 September 2020

Wacana Pendirian Majelis Syuro Dunia Menuai Dukungan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seminar Nasional Pembentukan Lembaga Internasional Majelis Syuro Dunia berlangsung di Gedung Nusantara IV Komplek MPR/DPR RI pada Sabtu, 29 Agustus 2020.

    Seminar Nasional Pembentukan Lembaga Internasional Majelis Syuro Dunia berlangsung di Gedung Nusantara IV Komplek MPR/DPR RI pada Sabtu, 29 Agustus 2020.

    INFO NASIONAL - Wacana pendirian Majelis Syuro Dunia yang diinisiasi MPR mendapat apresiasi serta dukungan dari kalangan akademisi dan cendekiawan. Dukungan tersebut muncul dari semua pembicara Seminar Nasional Pembentukan Lembaga Internasional Majelis Syuro Dunia. Acara tersebut berlangsung di Gedung Nusantara IV Komplek MPR/DPR RI, Sabtu, 29 Agustus 2020.

    Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA, CBE Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta sebagai salah satu pembicara dalam seminar tersebut menilai terbentuknya Majelis Syuro Dunia akan membantu Indonesia meningkatkan bobot peran Indonesia di mata dunia Internasional. Karena jumlah penduduk muslim Indonesia yang sangat banyak memiliki nilai tersendiri dan membuat Indonesia lebih disegani negara lain. Sayangnya, kelebihan tersebut kata Azyumardi belum dimanfaatkan secara maksimal.

    Kehadiran Majelis Syuro Dunia, kata Azyumardi akan Memperkuat silaturrahim, diantara negara anggota. Selain itu Majelis Syuro Dunia juga akan Mengembangkan hubungan harmonis dan damai diantara anggota, juga memperkuat kerjasama hukum tata negara, terutama di bidang legislasi yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman.

    “Kerjasama ini membuka kesempatan  pengembangan anggota parlemen. Di Eropa, sudah ada kebiasaan salah satu anggotanya belajar tentang legislasi dan hukum tata negara di negara tujuan dalam tempo tertentu. Kebiasaan ini belum banyak terdengar di Indonesia, dan itu bisa dilakukan dengan berdirinya Majelis Syuro Dunia,” kata Azyumardi menambahkan.

    Agar berjalan efektif, Azyumardi berpesan agar Majelis Syuro Dunia mengantisipasi beberapa persoalan yang mungkin timbul, seperti kontestasi pengaruh otoritas, rivalitas kepemimpinan menjadi orang kuat, besar kecil kontribusi pendanaan, rasisme keagamaan, sektarianisme aliran dan Mazhab, serta belenggu  hubungan sejarah konflik.

    Pendapat serupa disampaikan Dr. M. Luthfi Zuhdi, MA Akademisi, Mantan Ketua Program Kajian Timur Tengah di Universitas Indonesia. Menurut Luthfi, hadirnya Majelis Syuro Dunia akan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Lembaga kerjasama antar perlemen yang sudah ada selama ini. Apalagi, potensi yang dimiliki Majelis Syuro Dunia sesungguhnya sangat besar. Pasalnya, jumlah Umat Islam dunia, sesuai data tahun 2010 mencapai 2,2 milyar penduduk dari sekitar 6 milyar jumlah penduduk dunia.

    Jika potensi umat Islam yang sangat besar itu bisa di wujudkan menurut Luthfi niscaya pengaruh yang ditimbulkannya pun bisa sangat besar dan itu bisa berpotensi memberi sumbangsih yang besar pula pada kehidupan manusia di muka bumi. Namun, Luthfi juga mengingatkan sejumlah persoalan yang mungkin akan ditemui Majelis Syuro Dunia dalam perkembangannya.

    “Indonesia sudah berperan aktif dalam OKI. Sayangnya, terkait sengketa di Timur Tengah, Indonesia tidak bisa berperan secara maksimal. Ini perlu dipikirkan dan dicarikan jalan keluarnya. Agar Majelis Syuro Dunia nantinya bisa lebih bermanfaat dari Lembaga-lembaga dunia yang sudah ada saat ini,” kata Luthfi.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Manfaat Telur Ayam Kampung

    Sejumlah manfaat terlur ayam kampung dapat diperoleh oleh mereka yang mengkonsumsinya. Salah satunya, secara tak langsung menurunkan berat badan.