Indonesia Siapkan Produksi 300 Juta Jarum Suntik untuk Vaksin Covid-19

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Rabu, 12 Agustus 2020. Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Rabu, 12 Agustus 2020. Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan Indonesia akan segera membutuhkan setidaknya 100 juta jarum suntik. Jarum suntik dibutuhkan untuk kebutuhan vaksinasi bila vaksin Covid-19 akhirnya ditemukan.

    "Sementara akan dibutuhkan jarum suntik sebanyak 100 juta tahap awal, hanya untuk Covid-19," kata Wiku dalam konferensi pers, Selasa, 18 Juli 2020.

    Saat ini, ia mengatakan kapasitas produksi dalam negeri adalah 30 juta per tahun. Jarum ini dialokasikan untuk vaksin cacar dan penyakit lainnya. Meski begitu, ia mengatakan kebutuhan 100 juta jarum suntik akan dapat dipenuhi.

    "Untuk tahap sekarang, perusahaan BUMN Indofarma telah mampu memproduksi 100 juta jarum suntik pada tahun ini. Dan untuk tahun depan kapasitasnya bisa meningkat dengan baik mencapai 300 juta jarum suntik," kata Wiku

    Karena itu, Wiku optimistis pada kebutuhan jarum suntik bisa terpenuhi dari produksi dalam negeri.

    Saat ini, vaksin sendiri masih dalam tahap pengembangan. Yang paling dekat, adalah vaksin buatan Bio Farma dengan perusahaan asal Cina Sinovac. Saat ini vaksin ini tengah dalam tahap uji klinis tahap akhir sebelum dapat diproduksi masal. Rencananya vaksin itu dapat mulai diproduksi dan disebarkan pada 2021 mendatang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.