Pidato Presiden Jokowi: Ibarat Komputer Perekonomian Semua Negara Sedang Hang

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kedua kiri) berbincang dengan Mensesneg Pratikno (kiri) saat meninjau gladi Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2020. Upacara tahun ini tidak mengundang pejabat dan masyarakat. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Presiden Jokowi (kedua kiri) berbincang dengan Mensesneg Pratikno (kiri) saat meninjau gladi Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2020. Upacara tahun ini tidak mengundang pejabat dan masyarakat. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan perekonomian semua negara sedang hang karena pandemi Covid-19.

    "Ibarat komputer, perekonomian semua negara saat ini sedang macet, sedang hang," kata Jokowi dalam pidato kenegaraannya di Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2020.

    Jokowi mengatakan, semua negara harus menjalani proses mati komputer sesaat, harus melakukan restart, dan re-booting. "Semua negara mempunyai kesempatan men-setting ulang semua sistemnya," kata dia.

    Menurut Jokowi, semua negara, baik miskin, berkembang, dan maju, sedang mengalami kemunduran karena terpapar Covid-19. Krisis perekonomian dunia juga terparah dalam sejarah. Jokowi menyebut di kuartal pertama 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih 2,97 persen. "Tapi di kuartal kedua kita minus 5,32 persen," katanya.

    Di negara maju, menurut Jokowi, bahkan minus belasan persen sampai minus 17 persen. Ia menuturkan, kemunduran banyak negara ini bisa menjadi peluang dan momentum Indonesia untuk mengejar ketertinggalan.

    Karena itu, dalam Pidato Presiden 2020 ini, Jokowi menilai ini lah saatnya membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan.

    "Saatnya kita bajak momentum krisis untuk melakukan lompatan-lompatan besar," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa saja Tanda-tanda Perekonomian Indonesia di Ambang Resesi

    Perekonomian Indonesia semakin dekat dengan kondisi resesi teknikal. Kapan suatu negara dianggap masuk ke dalam kondisi resesi?