Satgas: Positivity Rate Covid-19 di Indonesia Melebihi Standar WHO

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Satgas COVID-19 yang baru, Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan terkait update pandemi tersebut di Indonesia . Pemerintah resmi menunjuk Wiku Adisasmito menjadi juru bicara pemerintah menggantikan Achmad Yurianto. Ketua Tim Pakar GTPPC-19 (KOMBEN BNPB/M Arfari Dwiatmodjo)

    Juru Bicara Satgas COVID-19 yang baru, Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan terkait update pandemi tersebut di Indonesia . Pemerintah resmi menunjuk Wiku Adisasmito menjadi juru bicara pemerintah menggantikan Achmad Yurianto. Ketua Tim Pakar GTPPC-19 (KOMBEN BNPB/M Arfari Dwiatmodjo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat ada lima provinsi yang menyumbang kasus positif tertinggi pada 29 Juli 2020.

    Kelima provinsi itu adalah DKI Jakarta (577 kasus), Jawa Timur (359 kasus), Jawa Tengah (313 kasus), Sumatera Utara (241 kasus), dan Sulawesi Selatan (128 kasus).

    "Ini adalah kasus dalam satu hari dan kelima provinsi itu juga menjadi tujuan mudik jelang Idul Adha," ujar Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers daring pada Kamis, 30 Juli 2020.

    Wiku menyarankan masyarakat untuk tetap di rumah dan tidak melaksanakan mudik jika tidak dalam kondisi darurat.

    "Mohon pertimbangkan agar tidak mudik jika tidak terlalu perlu," ucap Wiku.

    Selain itu, selama tiga pekan terakhir, jumlah orang yang diperiksa dan jumlah kasus positif cenderung meningkat. Wiku mengatakan, jika dua jumlah itu dibandingkan, maka positivity rate-nya sebesar 13,3 persen.

    "Angka 13,3 persen itu lebih tinggi dari standar WHO yakni 5 persen. Perlu kewaspadaan tinggi agar mampu menurunkan tingkat penularan," kata Wiku.

    Hingga 29 Juli 2020, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia mencapai 104.432 kasus. Adapun untuk pasien sembuh sebanyak 62.138 orang dan pasien meninggal sebesar 4.975 orang.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaksa Pinangki Ditahan, Diduga Terima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra

    Kejaksaan Agung menetapkan Jaksa Pinangki sebagai tersangka dalam perkara dugaan gratifikasi. Ia dikabarkan menerima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra.