Minggu, 20 September 2020

Beda Cara Wiku dan Achmad Yurianto Saat Umumkan Kasus Covid-19

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa 21 Juli 2020. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa 21 Juli 2020. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Tepat setelah 140 hari bertugas sebagai juru bicara pemerintah dalam penanganan COVID-19, Achmad Yurianto digantikan oleh Wiku Adisasmito. Wiku ditunjuk langsung oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebagai Jubir Satgas Penanganan Covid-19.

    Ada pola komunikasi yang berbeda antara Wiku dan Yuri. Saat tampil perdana kemarin, Wiku tidak memaparkan update kasus harian Covid-19. "Update kasus harian dapat langsung dilihat di portal www.covid19.go.id," ujar Wiku via telekonferensi dari Kantor Presiden, Jakarta, kemarin.

    Sementara Yuri, selama bertugas, setiap hari menyampaikan update kasus harian Covid-19. Mulai dari penambahan kasus positif, jumlah pasien sembuh, hingga jumlah pasien meninggal. Tak ayal, julukan pembawa berita kematian lekat padanya.

    Lalu, informasi apa yang disampaikan Wiku sebagai jubir?

    Kemarin, Wiku memaparkan analisis data mingguan per 19 Juli 2020. Dia mengumumkan peta zona risiko sebagaimana yang selalu diumukannya setiap Selasa di Kantor Presiden, saat menjabat Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

    Dalam seminggu terakhir, kata Wiku, ada 35 kab/kota dengan risiko tinggi, 169 kab/kota dengan risiko sedang, 210 kab/kota dengan risiko rendah, dan 52 kab/kota tidak ada penambahan kasus baru serta 48 kab/kota yang tidak terdampak Covid-19.

    "Kalau kita lihat kondisi saat ini, terlihat bahwa daerah dengan risiko tinggi dalam delapan minggu terakhir terlihat jumlahnya menurun dan berubah menjadi zona risiko sedang, rendah, dan tidak terdampak. Jadi kalau kita lihat di sini, Indonesia telah mampu menekan beberapa kasus sehingga terjadi perbaikan zonasi. Namun ada beberapa daerah yang kasusnya masih tinggi. Ini perlu perhatian ketat," ujar Wiku.

    Saat ini, kata Wiku, pemerintah lebih memfokuskan diri pada penanganan Covid-19 di delapan provinsi, yaitu: Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

    “Kami berharap provinsi yang masih menjadi prioritas dan daerah dengan zonasi risiko tinggi dan sedang untuk sungguh-sungguh menggalakkan promosi protokol kesehatan," kata Wiku.

    Menilik laman www.covid19.go.id, per 21 Juli, kasus baru positif Covid-19 bertambah sebanyak 1.655 orang, sehingga total kasus menjadi 89.869 pasien. Sedangkan pasien yang dilaporkan sembuh bertambah 1.489, sehingga total menjadi 48.466 pasien sembuh. Sedangkan kasus meninggal bertambah 81 orang, total 4.320 kasus.

    Jika dilihat lebih rinci, maka sebaran penambahan kasus baru tersebut paling tinggi adalah DKI Jakarta, yaitu 433 kasus dan sembuh 266 pasien. Namun secara nasional, Jawa Timur menjadi provinsi dengan kasus terbanyak, melampaui DKI. Posisi kedua yang menyumbang kasus baru Covid-19 terbanyak adalah Jawa Timur, yaitu sebanyak 283 orang dan sembuh 348 pasien.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Manfaat Telur Ayam Kampung

    Sejumlah manfaat terlur ayam kampung dapat diperoleh oleh mereka yang mengkonsumsinya. Salah satunya, secara tak langsung menurunkan berat badan.