Doni Monardo: Covid-19 Malaikat Pencabut Nyawa bagi yang Rentan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Ketua BNPB Doni Monardo. ANTARA/Nova Wahyudi

    Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Ketua BNPB Doni Monardo. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebut Covid-19 ibarat malaikat pencabut nyawa, terutama bagi orang-orang yang termasuk kelompok rentan. Hal ini disampaikan Doni untuk menegaskan bahaya nyata Covid-19 yang masih dianggap remeh oleh sebagian orang.

    "Covid-19 ini ibarat malaikat pencabut nyawa bagi kelompok rentan seperti kelompok usia lanjut dan yang memiliki penyakit penyerta," kata Doni dalam rapat kerja dengan Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat, Senin, 13 Juli 2020.

    Doni pun menegaskan Covid-19 bukan rekayasa atau konspirasi seperti yang diyakini sebagian kalangan. Ia mengatakan, pandemi Covid-19 telah menjangkiti dan merenggut banyak nyawa manusia baik di Indonesia maupun dunia.

    Di Indonesia, hingga hari ini tercatat ada 76.981 kasus dengan 3.656 orang meninggal. Sedangkan di dunia, tercatat ada lebih dari 13 juta kasus dan lebih dari 570 ribu orang meninggal.

    "Jadi harus dipahami Covid-19 ini sangat mematikan, pembunuh berdarah dingin, biasa menghantam siapa saja," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ini.

    Doni juga menyinggung adanya narasi-narasi di media sosial yang menyebut bahwa Covid-19 adalah rekayasa atau konspirasi. Menurut dia, narasi-narasi semacam ini justru menghambat upaya penanganan Covid-19.

    "Beberapa pesan mengatakan Covid-19 ini adalah rekayasa, konspirasi, bahwa itu tidak benar dan sebagainya. Itu justru menghambat tugas kita bersama dalam menangani Covid-19," ujar Doni Monardo.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Febri Diansyah dan Jumlah Mereka yang Pamit dari KPK 5 Tahun Terakhir

    Mantan Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah, menyatakan telah mengajukan surat pengunduran diri. Selama 5 tahun terakhir, berapa pegawai yang pamit?