Madrasah Gunakan Kurikulum Baru Mulai 13 Juli

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah peserta mengikuti lomba gerak jalan di Indramayu, Jawa Barat, Senin 21 Oktober 2019. Lomba yang diikuti sejumlah pesantren dan Madrasah Tsanawiyah tersebut dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2019. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

    Sejumlah peserta mengikuti lomba gerak jalan di Indramayu, Jawa Barat, Senin 21 Oktober 2019. Lomba yang diikuti sejumlah pesantren dan Madrasah Tsanawiyah tersebut dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2019. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekolah madrasah akan menggunakan kurikulum baru untuk pendidikan agama Islam dan bahasa Arab pada tahun ajaran 2020/2021, mulai 13 Juli 2020.

    “Pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah (MI), Tsanawiyah (MTs), maupun Aliyah (MA) akan menggunakan kurikulum baru,” kata A Umar, direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 10 Juli 2020.

    Kementerian Agama telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama Nomor 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah. Selain itu, diterbitkan juga KMA Nomor 184 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah.

    Kedua KMA akan diberlakukan secara serentak pada semua tingkatan kelas pada tahun pelajaran 2020/2021.

    Umar mengatakan, KMA 183 tahun 2019 akan menggantikan KMA 165 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab pada madrasah.

    Namun, mata pelajarannya tetap sama, yaitu mencakup Quran Hadist, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab.

    “Jadi beda KMA 183 dan 165 lebih pada adanya perbaikan substansi materi pelajaran karena disesuaikan dengan perkembangan kehidupan abad 21,” ujarnya.

    Materi pembelajaran PAI dan bahasa Arab yang baru ini sudah disiapkan Kemenag. Sehingga, guru dan peserta didik tidak perlu untuk membelinya. “Buku-buku bisa diakses dalam website e-learning madrasah.”

     

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.