Madrasah akan Gunakan Kurikulum Pendidikan Agama Islam yang Baru

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Pekanbaru Darusman meninjau ruang kelas yang telah selesai direhabilitasi dan direnovasi di Provinsi Riau, Jumat, 21 Februari 2020. Pemerintah melakukan rehabilitasi dan renovasi 127 sekolah, 2 madrasah dan 1 PTN di Provinsi Riau pada TA 2019 dengan alokasi anggaran Rp355,5 miliar ANTARA

    Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Pekanbaru Darusman meninjau ruang kelas yang telah selesai direhabilitasi dan direnovasi di Provinsi Riau, Jumat, 21 Februari 2020. Pemerintah melakukan rehabilitasi dan renovasi 127 sekolah, 2 madrasah dan 1 PTN di Provinsi Riau pada TA 2019 dengan alokasi anggaran Rp355,5 miliar ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Madrasah akan menggunakan kurikulum baru untuk pendidikan agama Islam dan bahasa Arab pada tahun ajaran baru 2020/2021. Kebijakan ini akan dimulai pada 13 Juli mendatang.

    “Pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah (MI), Tsanawiyah (MTs), maupun Aliyah (MA) akan menggunakan kurikulum baru,” kata Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah A Umar dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 10 Juli 2020.

    Kementerian Agama telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah. Selain itu, diterbitkan juga KMA 184 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah.

    Kedua KMA akan diberlakukan secara serentak pada semua tingkatan kelas pada tahun pelajaran 2020/2021.

    Umar mengatakan, KMA 183 tahun 2019 akan menggantikan KMA 165 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab pada madrasah. Namun, mata pelajarannya tetap sama, yaitu mencakup Quran Hadist, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa Arab.

    “Jadi beda KMA 183 dan 165 lebih pada adanya perbaikan substansi materi pelajaran karena disesuaikan dengan perkembangan kehidupan abad 21,” ujarnya.

    Materi pembelajaran PAI dan bahasa Arab yang baru ini sudah disiapkan Kemenag. Sehingga, guru dan peserta didik tidak perlu untuk membelinya. “Buku-buku bisa diakses dalam website e-learning madrasah.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.