Pejabat OJK Tersangka Kasus Jiwasraya Dicegah ke Luar Negeri

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi Pengawas Pasar Modal II Fakhri Hilmi memberi keterangan pers Hasil Audit Laporan Keuangan PT Garuda Indonesia Tbk di Gedung Djuanda I, Jakarta, Jumat, 28 Juni 2019. Audit laporan keuangan Garuda yang dilakukan oleh Akuntan Publik (AP) Kasner Sirumapea dan Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang & Rekan. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Deputi Pengawas Pasar Modal II Fakhri Hilmi memberi keterangan pers Hasil Audit Laporan Keuangan PT Garuda Indonesia Tbk di Gedung Djuanda I, Jakarta, Jumat, 28 Juni 2019. Audit laporan keuangan Garuda yang dilakukan oleh Akuntan Publik (AP) Kasner Sirumapea dan Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang & Rekan. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta-Kejaksaan Agung telah mengajukan pencegahan ke luar negeri terhadap Fakhri Hilmi, pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Pencegahan diajukan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi.

    Pencegahan dilakukan agar Fakhri tidak kabur. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengatakan tim penyidik sudah mengajukan surat pencegahan untuk Fakhri Hilmi beberapa hari setelah ia menjadi tersangka.

    "Tim penyidik sudah ajukan surat cegah tersangka FH ke Ditjen Imigrasi agar tersangka tidak kemana-mana selama enam bulan pertama," ujar Febrie di kantornya, Jakarta Selatan, pada Rabu, 1 Juli 2020.

    Febrie mengaku belum bisa memastikan apakah Fakhri bakal segera ditahan dalam pemeriksaan mendatang atau tidak. Sebab, sesuai KUHAP, penahanan dilakukan penyidik terhadap tersangka jika dikawatirkan akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti serta mempengaruhi saksi dalam kasus. "Belum tahu. Saya tidak mau berspekulasi. Tergantung kebutuhan tim penyidik," ucap Febri.

    ADVERTISEMENT

    Hingga saat ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan 7 orang sebagai tersangka individu serta 13 perusahaan sebagai tersangka korporasi, dalam kasus Jiwasraya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?