Sedikitnya 700 Pedagang dan Pembeli Pasar Sleman Akan Rapid Test

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga medis di Laboratrium tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di Tower 4 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Jumat 15 Mei 2020. Dokter dan tenaga medis harus dipastikan keamanan APD, mulai dari memakai hingga melepas melalui prosedur yang ketat untuk menghindari tertular virus Covid-19, selain itu petugas medis juga memerlukan usaha yang besar karena harus menahan panas hingga buang air kecil selama kurang lebih 8 jam lamanya. TEMPO/Nurdiansah

    Tenaga medis di Laboratrium tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di Tower 4 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Jumat 15 Mei 2020. Dokter dan tenaga medis harus dipastikan keamanan APD, mulai dari memakai hingga melepas melalui prosedur yang ketat untuk menghindari tertular virus Covid-19, selain itu petugas medis juga memerlukan usaha yang besar karena harus menahan panas hingga buang air kecil selama kurang lebih 8 jam lamanya. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Yogyakarta -Sedikitnya 700 pedagang dan pembeli di 14 pasar tradisional di Kabupaten Sleman akan menjalani rapid test Covid-19 serentak yang akan digelar pemerintah Sleman pada 9 Juni 2020 mendatang.

    "Setiap pasar akan diambil sampel 50 orang," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman, Shavitri Nurmaladewi Selasa 2 Juni 2020.

    Rapid test di pasar tradisional itu untuk memastikan tidak ada penyebaran virus di antara pedagang dan pembeli. Sebab seringkali masih ada temuan kegiatan jual beli di pasar tradisional tidak dilengkapi alat pelindung diri seperti masker dan lainya.

    Cakupan rapid test di Sleman ini sengaja diperluas sehingga tidak hanya menyasar pasar besar yang ada di Kabupaten Sleman saja. Namun juga beberapa pasar desa yang lingkupnya lebih kecil.

    Adapun 14 pasar yang jadi sasaran rapid test tersebut antara lain Pasar Colombo, Prambanan, Rejodani, Condongcatur, Gamping, Godean, Sleman 1, Jangkang, Ngino, Cebongan, Maguwo, Tempel, Gentan, dan Nologaten.

    Shavitri mengingatkan warga jika pelaksanaan rapid test serentak itu tidak akan dipungut biaya sepeser pun alias gratis.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo menuturkan rapid test di pasar tradisional digelar karena adanya kebiasaan interaksi pedagang dan pembeli yang lebih intens sehingga kadang kurang mematuhi protokol pencegahan penularan Covid-19.

    Adapun untuk supermarket dan toko toko modern di Sleman, diminta menggelar rapid test secara mandiri.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.