Ketua Lab FK UI Sebut Gelombang Kedua Covid-19 Potensial Terjadi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Pasar Gembrong yang dipadati warga di masa PSBB di Jakarta Timur, Ahad, 31 Mei 2020. Kepadatan pengunjung di pasar ini hingga membuat lalu lintas di sekitarnya macet. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Suasana Pasar Gembrong yang dipadati warga di masa PSBB di Jakarta Timur, Ahad, 31 Mei 2020. Kepadatan pengunjung di pasar ini hingga membuat lalu lintas di sekitarnya macet. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Pratiwi Sudarmono, mengatakan ketakutan masyarakat terhadap gelombang kedua Covid-19 tidak diikuti dengan perilaku yang tepat.

    “Takut gelombang kedua, tapi justru sekarang mereka merasa leluasa pergi ke sana, ke mari tanpa masker, coba berkerumun, minum kopi, dan ke restoran,” kata Pratiwi dalam konferensi pers di akun Youtube BNPB, Selasa, 2 Juni 2020.

    Pratiwi mengatakan, gelombang kedua penyebaran Covid-19 memungkinkan terjadi karena ada pergerakan luar biasa sejak lebaran. Ia menyebutkan, ada banyak orang yang mudik dan akan kembali ke Jakarta, kemudian masuknya anak buah kapal dan tenaga kerja dari luar negeri yang kembali ke tanah air.

    Sementara itu, SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 terus melakukan perubahan atau bermutasi secara kontinyu karena termasuk ke dalam virus RNA. Sehingga bisa saja virus berkembang juga di satu daerah di lebih banyak dari sebelumnya.

    “Karena tidak ada pembatasan yang jelas, orang tidak takut lagi, sehingga orang tidak WFH lagi misalnya, maka dengan sendirinya kemungkinan tertular itu tinggi,” ujar Pratiwi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.