Doni Monardo Sebut Laju Kurva Covid-19 Jakarta Cenderung Positif

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berjalan di jalur pedestrian usai bekerja di kawasan Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2020. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyatakan bahwa pemerintah akan memberi kesempatan pada kelompok muda usia di bawah 45 tahun untuk tetap bekerja di tengah pandemi virus Corona. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Warga berjalan di jalur pedestrian usai bekerja di kawasan Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2020. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyatakan bahwa pemerintah akan memberi kesempatan pada kelompok muda usia di bawah 45 tahun untuk tetap bekerja di tengah pandemi virus Corona. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, Doni Monardo, mengatakan kurva Covid-19 di DKI Jakarta mulai mengalami kemajuan.

    "Kalau ada data terkonfirmasi positifnya banyak, itu sebagian besar dikontribusi oleh para pekerja migran yang kembali dari luar negeri, jumlahnya mencapai 539 kasus," kata Doni usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo, Rabu, 27 Mei 2020.

    Ia mengatakan bila kelompok masyarakat yang berasal dari luar tersebut tak dihitung, maka beban Jakarta akan berkurang. Hal ini juga termasuk dengan data tentang rasio keterisian kasur (bed occupancy ratio) di rumah sakit di wilayah Jakarta.

    Doni mengatakan ada penurunan signifikan dari 54,3 persen pada 17 Mei lalu, menjadi 46,9 persen. "Artinya jumlah tempat tidur yang berada di wilayah rumah sakit rujukan covid telah kurang dari 50 persen," kata Doni.

    Hingga Rabu, 27 Mei 2020, ada 6.895 kasus terkonfirmasi positif dengan penambahan di kisaran 80-90 kasus per harinya. Angka kematiannya pun tertinggi dengan total 509 kasus tewas.

    Menjelang Idul Fitri 2020 pada 24 Mei 2020 kemarin, jumlah pekerja migran yang pulang memang mengalami lonjakan. Mereka pulang karena masa kontrak habis atau memang karena pandemi Corona yang juga terjadi di negara bekerja.

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan hingga 13 Mei 2020 saja, ada 95.102 WNI yang kembali ke Indonesia. Kebanyakan dari mereka dan datang dari Malaysia dan lainnya merupakan Anak Buah Kapal (ABK) yang bekerja di kapal pesiar.

    Malaysia memang mendominasi lokasi kepergian para WNI tersebut. Menurut Retno, dari Maret sampai Mei, ada 74.870 WNI yang pulang dari Malaysia. 21 persen di antarnya lewat jalur darat, 64 jalur laut, dan 15 persen lewat jalur udara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.