Soal Cuitan Farid Gaban, Teten Masduki Bilang Tak Antikritik

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki mengaku tak masalah atas cuitan jurnalis senior, Farid Gaban yang menyinggung keputusannya melakukan kerjasama program KUKM Hub dengan situs jual-beli online blibli.com.

    "Saya tidak anti kritik," ujar Teten menanggapi cuitan Farid, saat dihubungi Tempo pada Senin, 25 Mei 2020.

    Cuitan Farid pada 21 Mei 2020 itu berbunyi; "Rakyat bantu rakyat; penguasa bantu pengusaha. Gimana, nih, kang Teten Masduki? How low can you go?” Cuitan itu disertai poster acara peluncuran program KUKM HUB di situs perusahaan jual beli online, Blibli.

    Sebab itu, Teten juga tak tahu alasan Advokat Muannas Alaidid mensomasi Farid untuk mencabut cuitannya di media sosial Twitter dalam waktu tiga hari. Muannas juga mengancam akan melaporkan Farid ke polisi karena cuitannya.

    Menurut Teten, dia sama sekali tidak terlibat dengan tindakan Muannas tersebut. Dia juga mengaku tak pernah memerintahkan Muannas mensomasi Farid. "Apa saya sekuasa itu? Bisa perintah?" kelakar bekas aktivis itu sambil tertawa.

    Adapun Farid Gaban mengatakan tak akan mencabut kritiknya kepada Teten. Menurut dia, warga negara berhak untuk mempertanyakan kebijakan pemerintah. Ia berharap Muannas mencabut surat somasinya. “Jika berlanjut, saya siap menyambut Pak Polisi yang datang mengetuk rumah saya,” tulis Farid di laman Facebooknya, hari ini.

    DEWI NURITA | ROSSENO AJI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.