Wali Kota Risma Jelaskan Mengapa Angka Covid di Surabaya Tinggi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kiri) melihat cara kerja Robot Service karya mahasiswa dan dosen Institut Teknologi (IT) Telkom Surabaya saat diuji coba di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis 9 April 2020. Inovasi Robot Service yang dapat dikendalikan dari jarak jauh menggunakan

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kiri) melihat cara kerja Robot Service karya mahasiswa dan dosen Institut Teknologi (IT) Telkom Surabaya saat diuji coba di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis 9 April 2020. Inovasi Robot Service yang dapat dikendalikan dari jarak jauh menggunakan "joystick" tersebut guna membantu perawat dalam membawa barang medis saat menangani pasien terjangkit COVID-19 dari luar ruang isolasi. ANTARA FOTO/Moch Asim

    TEMPO.CO, Jakarta- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjelaskan alasan tingginya angka kasus Covid-19 di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur dalam sehari pada Kamis kemarin, 21 Mei, yang mencapai 311 orang positif. Menurut Risma, hal itu bisa terjadi lantaran Pemkot Surabaya menggelar rapid test atau tes cepat secara masif.

    "Namun yang ingin saya sampaikan, kenaikan ini karena kita masif melakukan rapid test dan kemudian kalau reaktif ditindaklanjuti oleh swab," kata Wali Kota Risma saat rapat evaluasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bersama jajaran Polri dan TNI di Graha Sawunggaling, Surabaya, Jumat, 22 Mei 2020.

    Rapat koordinasi dihadiri Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Mohammad Fadil Imran, Panglima Daerah Militer V/ Brawijaya Mayor Jenderal Widodo Iryansyah beserta Forum Pimpinan Daerah Kota Surabaya.

    Berdasarkan laman lawancovid-19.surabaya.go.id disebutkan bahwa dalam sehari pada Kamis kemarin terdapat kenaikan warga yang terkonfrmasi positif sebanyak 311 orang. Dari jumlah tersbut, sebanyak 48 merupakan orang dengan risiko (ODR). Sehingga jumlah total warga positif COVID-19 di Surabaya mencapai 1.566 orang.

    Menurut Risma, sebanyak 48 warga berstatus ODR tersebut merupakan hasil rapid test yang selama ini digelar oleh Pemkot Surabaya secara massal di sejumlah lokasi. Terutama daerah yang terdapat warga menjadi penularan COVID-19.

    "Kenapa kemudian kami bisa memantau siapa saja yang terkonfirmasi, karena setelah kami membuat klaster, kemudian kami menghubungkan dengan data kependudukan. Misalnya yang ada di daerah Rungkut," katanya.

    Risma berujar situasi di lapangan tidak semudah yang dibayangkan oleh masyarakat. Oleh sebab itu, berbagai dukungan yang mengalir itu akan membantu wali kota perempuan pertama di Surabaya ini dalam memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

    "Dengan support ini saya percaya kita bisa menyelesaikan permasalahan ini dengan tepat. Sering kali kita lakukan negosiasi atau upaya persuasif saat meminta mereka (warga yang terkonfirmasi) untuk ke rumah sakit," kata Risma.

    Selain itu, kata dia, telah dibuat rumah sakit darurat di Surabaya, salah satunya Asrama Haji Surabaya yang disulap menjadi ruang isolasi dan perawatan pasien. Hal ini, kata dia, dilakukan karena beberapa rumah sakit tidak menerima pasien anak-anak, sehingga diputuskan untuk diisolasi di tempat tersebut. "Jadi satu keluarga dimasukkan ke sana. Mengingat rumah sakit tidak dapat menampung anak-anak. Kita juga kasih mainan," katanya.

    Sementara itu Fadil Imran mengatakan untuk mengatasi pandemi di Kota Surabaya, pihaknya bersama jajaran TNI mendukung penuh upaya pemerintah daerah. Namun ia berharap masyarakat bisa meningkatkan kedisiplinan. Baginya, disiplin adalah vaksin Covid-19.

    "Inilah cara kami untuk mendukung Bu Risma, kuncinya adalah disiplin. Mari kita sosialisasikan secara masif melalui kanal sosmed (sosial media) masing-masing. Disiplin adalah vaksin corona," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.