Alat Rapid Test, Tes PCR, dan Ventilator Lokal Diproduksi Juni

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro dan acara Penguman Pendanaan Penelitian PTN-BH dan Penandatanganan Kontrak Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Tahun 2020 di Hotel Atlet Century, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Februari 2020. TEMPO/Khory

    Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro dan acara Penguman Pendanaan Penelitian PTN-BH dan Penandatanganan Kontrak Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Tahun 2020 di Hotel Atlet Century, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Februari 2020. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Bambang Brodjonegoro mengumumkan bahwa Indonesia telah berhasil membuat alat rapid test Covid-19, tes PCR (polymerase chain reaction), serta ventilator.

    "Dalam hal screening dan diagnosis, Indonesia telah berhasil membuat rapid tes pertama kita. Rapid test ini berbasis IgG/IgM," ujar Bambang dalam press breifing lewat video conference hari ini, Rabu, 20 Mei 2020.

    Bambang menyebut alat rapid test tersebut sudah dicoba di beberapa rumah sakit di Jawa Tengah.

    "Mulai akhir bulan ini dan awal bulan depan, kami akan mulai memproduksi masal rapid test ini."

    Dia menerangkan pengembangan rapid test Covid-19 dan tes PCR diinisiasi oleh konsorsium Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), lembaga penelitian, universitas, BUMN, swasta, hingga rumah sakit.

    Menurut Bambang mengatakan alat tes PCR juga telah selesai dibuat. Pembuatan PCR test kit tersebut diinisiasi oleh BPPT, BUMN, dan Bio Farma. Produksi  massal akan dimulai awal Juni 2020.

    "Produksi massal PCR test kit 40-50 ribu unit," ucapnya.

    Mengenai alat bantu kesehatan pasien terpapar Covid-19, sudah ada delapan jenis yang sudah lolos tes di Kementerian Kesehatan. Bahkan lima jenis di antaranya sudah lolos.

    "Ini pertama kali ventilator diproduksi massal di Indonesia pada bulan depan, bisa 200-300 ventilator per pekannya," kata Menristek Bambang Brodjonegoro.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.