Alasan Pemerintah Yakin Covid-19 Tuntas Akhir Juni 2020

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko PMK Muhadjir Effendy dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berbincang saat mengikuti rapat kerja gabungan dengan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 18 Februari 2020. Rapat kerja gabungan Komisi II, VIII, IX, dan XI DPR RI dengan Pemerintah tersebut membahas pembiayaan selisih biaya kenaikan iuran BPJS Kesehatan bagi peserta bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) Kelas III, serta membahas permasalahan data peserta penerima bantuan Iuran (PBI), membahas peran serta pemerintah daerah dalam program JKN. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menko PMK Muhadjir Effendy dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berbincang saat mengikuti rapat kerja gabungan dengan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 18 Februari 2020. Rapat kerja gabungan Komisi II, VIII, IX, dan XI DPR RI dengan Pemerintah tersebut membahas pembiayaan selisih biaya kenaikan iuran BPJS Kesehatan bagi peserta bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) Kelas III, serta membahas permasalahan data peserta penerima bantuan Iuran (PBI), membahas peran serta pemerintah daerah dalam program JKN. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah optimistis wabah Covid-19 yang menelan korban jiwa 800 orang lebih akan berakhir pada akhir Juni 2020.

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy membenarkan keyakinan itulah yang menjadi salah satu alasan pemerintah membuka opsi menggeser cuti bersama lebaran 2020 ke Idul Adha pada akhir Juli nanti.

    Menteri Muhadjir Effendy pun menjelaskan alasan pemerintah percaya diri bahwa Covid-19 akan sirna sekitar sebulan lagi.

    Dia mengatakan pemerintah memakai asumsi puncak wabah akan terjadi pada akhir Mei 2020. Dengan asumsi itu, tensi Covid-19 bakal menurun setelah itu.

    "Sehingga, pada akhir Juni wabah sudah bisa diatasi," ujarnya lewat pesan singkat pada Senin lalu, 4 Mei 2020.

    Muhadjir Effendy mengakui banyak variabel yang mempengaruhi ketepatan asumsi tersebut, terutama tingkat kedisplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.

    "Tapi kami optimistis, mudah-mudahan Juni sudah reda," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.