Mendikbud: Cara Mengajarkan Sains Harus Berubah

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelajar SMK Karawang sedang memperlihatkan robot hasil karyanya.

    Pelajar SMK Karawang sedang memperlihatkan robot hasil karyanya.

    INFO NASIONAL — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim menyebut, bahwa salah satu cara yang mesti dilakukan sebagai bangsa agar bisa mengejar ketinggalan sains adalah dengan pendidikan.  

    “Kami di Kementerian ini akan maju duluan dari sisi pendidikan. Terutama di pendidikan IPA. Bahwa cara kita mengajarkan sains harus berubah. Kita harus mengajarkan sains dalam konteks dunia yang riil,” ujar Nadiem Makarim dalam live streaming yang disiarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sabtu, 2 Mei 2020.

    Nadiem memaparkan hal tersebut dalam segmen diskusi dengan Najwa Shihab dengan tema Hardiknas 2020 “Belajar dari Covid-19”. Sebelumnya Najwa menyebut bahwa jika melihat angka-angka dan hasil survei, tampaknya sains belum menjadi prioritas bagi bangsa ini.

    Wabah covid-19 terkait erat dengan sains. “Ada berbagai cara untuk menjelaskan Covid, itu suatu biochemistry,” kata Nadiem. “Kita sedang menjelaskan biologi, menjelaskan IPA (ilmu pengetahuan alam), tapi menggunakan Covid.”

    Pelajaran sains, papar Mendikbud, mesti diberikan bukan dengan cara teoritis, melainkan dengan menggunakan contoh-contoh tentang bagaimana sains itu.  “Kita harus menjadikan sains sebagai suatu yang menyenangkan dan riil. Bahwa, sains adalah suatu yang punya benefit yang tangible di dunia nyata.”

    Penguasaan sains akan membantu pemikiran dalam menghadapi pandemi Covid-19. “Salah satu kesadaran kita adalah kita melalui krisis yang sudah diprediksi . Tapi kita tidak mendengarkan sebagai dunia, kita tidak mendengarkan saintis,” katanya.

    Nadiem menyebut bahwa pandemi Covid-19 dapat dijadikan momen untuk lebih mendengarkan sains. Bukan hanya pandemi ini, ujar Nadiem, tetapi juga untuk krisis yang potensinya lebih besar lagi, yaitu perubahan iklim. “Marilah kita mendengarkan saintis dunia yang sudah sepakat bahwa climate change merupakan problem utama manusia ke depan,” ujar Nadiem.

    “Apakah kita sebagai manusia akan ignore? Apakah kita memutuskan untuk tidak mendengarkan sains lagi, seperti apa yang terjadi pada Covid?” tambah Nadiem. 

    Ia berharap Covid-19 cukup dijadikan pelajaran. “Harapan saya, kita kapok dengan Covid. Sehingga kita sadar bahwa perubahan iklim harus kita tangani sebagai species manusia secara serentak, sekarang, tidak bisa ditunda lagi.”

    Selanjutnya, ujar Nadiem, pembelajaran potensi krisis akan dimasukkan dalam sistem kurikulum pendidikan. “Harapan saya dilihat dari sistem pendidikan, akan kita dorong, kita bantu, kita fokuskan kurikulum IPA terhadap climate change. Terhadap apa yang terjadi di bumi ini dan apa yang harus kita lakukan untuk masalah ini,” ujarnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.