Laode Ida Ombudsman Duga TKA Cina di Kendari Dibekingi Pejabat

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Ombudsman RI Laode Ida, Rabu, 6 November 2019 (Sumber: Eko Wahyudi | Tempo).

    Anggota Ombudsman RI Laode Ida, Rabu, 6 November 2019 (Sumber: Eko Wahyudi | Tempo).

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Ombudsman Republik Indonesia Laode Ida menduga ada oknum pejabat yang membekingi rencana kedatangan 500 tenaga kerja asing TKA Cina ke Kendari, Sulawesi Tenggara.

    "Di-back up oleh beberapa oknum pejabat di Indonesia," kata Laode ketika dihubungi hari ini, Kamis, 30 April 2020.

    Menurut Laode, perusahaan-perusahaan yang mendatangkan TKA Cina tersebut terkait dengan para oknum pejabat itu.

    Laode mengatakan dia mendapatkan informasi tersebut meskipun masih harus ditelusuri. Informasi dihimpunnya dari kenalan-kenalannya di Imigrasi.

    Informasi tersebut didapat Laode sejak bulan lalu. Tapi penelusuran lebih lanjut kini sulit dilakukan di tengah wabah Covid-19.

    "Informasi itu valid, hanya memerlukan pembuktian."

    Laode menuturkan para pejabat tersebut mencatatkan perusahaan-perusahaannya atas nama orang lain. Ia mengelak ketika ditanya siapa pejabat yang dia maksud.

    Komisioner Ombudsman tersebut menyatakan rencana kedatangan TKA Cina ke Indonesia menyedihkan di tengah kesulitan masyarakat akibat pandemi Covid-19. Apalagi, TKA Cina tersebut buruh tanpa keahlian yang bisa digantikan oleh tenaga kerja Indonesia.

    "Presiden kan sudah menerapkan PSBB, kok warga Cina leluasa (mau) masuk. Ini kan berarti buruh Cina lebih berkuasa daripada Presiden," kata pria asal Sulawesi Tenggara itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.