Bupati Magetan Jawab Tudingan Ponpes Temboro Cluster Covid-19

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pondok pesantren Al-fatah Temboro. Facebook.com

    Pondok pesantren Al-fatah Temboro. Facebook.com

    TEMPO.CO, Magetan - Kementerian Kesehatan Malaysia menyebut Pondok Pesantren Al-Fatah di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sebagai cluster baru Covid-19.

    Malaysia menyebut begitu karena 43 santri Al-Fatah asal negeri tetangga tersebut diduga kena Covid-19.

    Bupati Magetan Suprawoto menyatakan sudah berkoordinasi dengan Kemenlu untuk bekerja sama menyelesaikan masalah di Temboro.

    Meski begitu, Kang Woto, begitu dia disapa, belum dapat memastikan tentang cluster Covid-19 di Al-Falah seperti klaim Pemerintah Malaysia.

    “Kami tahu cluster dari mana?,” kata dia, Senin, 20 April 2020.

    Untuk mengetahuinya, dia melanjutkan, Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Magetan segera melakukan tracing alias penelusuran.

    Sejumlah orang yang memiliki riwayat kontak degan 43 santri Malaysia tadi akan didata lantas dilakukan rapid test atau tes cepat. Selain para santri, penelurusan juga dilakukan kepada ustad di pesantren tersebut.

    Suprawoto pun menyatakan telah berkoordinasi dengan Kedutaan Malaysia di Indonesia. Ini mengatakan masih ada 227 santri asal Malaysia di pondok pesantren tersebut.

    Jika 227 ratusan santri itu ingin pulang ke negaranya akan difasilitasi oleh Kedutaan Malaysia setelah dinyatakan negatif Covid-19.

    Bila hasil tes cepat ada santri yang dinyatakan positif, maka yang bersangkutan harus dirawat hingga sembuh d Magetan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.