Yasonna Klaim Belum Ada Napi yang Terinfeksi Corona

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Menhumkam, Yasonna Laoly berbincang dengan para napi saat meninjau lokasi yang terbakar akibat kerusuhan oleh penghuni lapas di Lapas Banceuy, Bandung, Jawa Barat, 23 April 2016. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Menteri Menhumkam, Yasonna Laoly berbincang dengan para napi saat meninjau lokasi yang terbakar akibat kerusuhan oleh penghuni lapas di Lapas Banceuy, Bandung, Jawa Barat, 23 April 2016. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengklaim hingga kini tidak ada satu narapidana pun yang terinfeksi Corona. Ia mengatakan sejak virus Corona beredar, pihaknya sudah mengambil langkah pencegahan dan memperketat prosedur kesehatan.

    "Kami doakan sampai sekarang belum terpapar karena pintu masuknya kami tahan," kata Yasonna dalam rapat kerja dengan Komisi Hukum DPR, Rabu, 1 April 2020.

    Yasonna menjelaskan pihaknya sadar jika kondisi lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di seluruh Indonesia mengalami kelebihan kapasitas. Karena itu, jika ada satu saja warga binaan yang terinfeksi virus Corona maka penularan di sana mudah terjadi.

    "Maka kami lakukan disinfektan terhadap seluruh lapas dan rutan di Indonesia," kata Yasonna.

    Selain itu, pihaknya telah melakukan pembatasan secara ketat. Pihak keluarga tidak lagi diizinkan bertemu langsung narapidana. Mereka bisa dijenguk lewat fasilitas video conference.

    Para petugas lapas, kata Yasonna, juga harus melewati protokol kesehatan yang ketat. Sebelum bertugas mereka disemprot disinfektan seluruh tubuhnya, diwajibkan mencuci tangan, memakai masker, dan menggunakan sarung tangan.

    Menurut Yasonna, petugas Lapas memberi kesempatan para warga binaan untuk berjemur di bawah sinar matahari. "Mengeluarkan warga binaan secara bertahap untuk berjemur," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.