Jokowi Akan Beri Bansos Pekerja Migran yang Isolasi Mandiri

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi menghadiri Penyerahan Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Sukmajaya, Kota Depok, Selasa, 12 Februari 2019.  TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi menghadiri Penyerahan Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Sukmajaya, Kota Depok, Selasa, 12 Februari 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan akan memberikan bantuan sosial bagi pekerja migran yang pulang ke Indonesia dan menjalani isolasi secara mandiri. 

    “Jadi setelah sampai di daerah betul-betul kita harus menjalankan protokol isolasi secara mandiri dengan penuh disiplin. Kemudian yang lain juga yang berkaitan dengan bansos yang perlu kita berikan,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas tentang penanganan arus masuk WNI dan pembatasan perlintasan warga negara asing ke Indonesia, Selasa, 31 Maret 2020.

    Jokowi mengatakan arus kembalinya WNI dari beberapa negara, terutama dari Malaysia, perlu menjadi perhatian. Dari laporan yang diterimanya, setiap hari ada 3.000 pekerja migran yang kembali dari Malaysia.

    Selain itu, ia memperkirakan ada 10-11 ribu kru kapal yang akan pulang ke Indonesia. Sehingga, Jokowi menekankan agar ada tahapan skrining kesehatan bagi pekerja migran.

    Menurut Jokowi, protokol kesehatan harus dilakukan secara ketat di bandara, pelabuhan dan pos lintas batas negara. Bagi pekerja migran yang tidak memiliki gejala Corona, Jokowi mengatakan mereka bisa dipulangkan ke daerahnya masing-masing namun tetap berstatus ODP atau orang dalam pemantauan.

    Sesampainya di daerah asal, pekerja migran ini harus menjalankan isolasi secara mandiri dan disiplin. Adapun pekerja migran yang memiliki gejala Corona, mereka akan diisolasi di rumah sakit yang disiapkan pemerintah, misalnya di Pulau Galang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.