Polri Tindak 51 Kasus Hoaks Terkait Virus Corona

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis mendaftar dirinya untuk tinggal di salah satu hotel milik BUMD DKI, yang ditunjuk menjadi tempat tinggal tim medis yang bertugas dalam penanggulangan wabah Virus Corona. Gubernur DKI Jakarta Aneis Baswedan menjadikan 4 hotel milik DKI sebagai tempat tinggal sementara bagi petugas medis corona. Satu di antaranya adalah Hotel Grand Cempaka Business milik BUMD Jakarta, PT. Jakarta Tourisindo. Dok Humas Pemprov DKI

    Petugas medis mendaftar dirinya untuk tinggal di salah satu hotel milik BUMD DKI, yang ditunjuk menjadi tempat tinggal tim medis yang bertugas dalam penanggulangan wabah Virus Corona. Gubernur DKI Jakarta Aneis Baswedan menjadikan 4 hotel milik DKI sebagai tempat tinggal sementara bagi petugas medis corona. Satu di antaranya adalah Hotel Grand Cempaka Business milik BUMD Jakarta, PT. Jakarta Tourisindo. Dok Humas Pemprov DKI

    TEMPO.COJakarta – Polisi telah menindak 51 kasus atas dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks terkait wabah virus corona.

    "Jadi sampai hari ini, 27 Maret 2020, kami sudah melakukan penindakan sebanyak 51 kasus," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono melalui keterangan tertulis pada Jumat, 27 Maret 2020.

    Argo mengatakan, berdasarkan pengakuan para pelaku, motif menyebarkan hoaks lantaran iseng dan berkelakar, serta menyatakan ketidakpuasaan terhadap pemerintah.

    Para pelaku disangkakan Pasal 45 dan 45 A UU ITE dengan ancaman pidana enam tahun penjara dan Pasal 14 dan 15 UU No 1 Tahun 1946 dengan ancaman pidana 10 tahun penjara.

    Argo pun mengimbau kepada masyarakat untuk menahan diri apabila menerima pesan berantai di media sosial. "Saring dulu sebelum sharing, sehingga tidak menjadi pelaku penyebar berita bohong," ucap dia soal penyebaran hoaks virus Corona.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.