Cegah Covid-19, Petani Jahe Tanami Areal Bekas Lahan Gambut Terbakar

Petani jahe di lahan gambut bangkit tanami areal bekas terbakar.

INFO NASIONAL — Saat pandemi Covid-19, jahe jadi tanaman paling dicari karena semua orang ingin meningkatkan daya tahan tubuh. Kearifan lokal bangsa Indonesia mengajarkan bahwa mengonsumsi tanaman rimpang seperti kunyit, jahe, dan temulawak dapat membantu meningkatkan imun tubuh.

Terkait hal ini dan seturut merebaknya pandemi Covid-19, maka tanaman rimpang menjadi langka dan Jahe termasuk di dalamnya. Harga jahe pun melambung tinggi.

Jauh di pelosok Kalimantan Barat, Muhammad Sodik (46 tahun), petani dari dusun Kopak, desa Bengkarek, di Kabupaten Kubu Raya, memetik keuntungan besar dari tanaman jahe di lahan pertaniannya. Bertanam jahe menyimpan cerita tersendiri baginya.

Sebagai warga eks pengungsi konflik etnis di Sambas tahun 1999, tentu tak mudah bagi Sodik dan keluarga untuk memulai kehidupan baru. Dia dan keluarga beserta warga pengungsi lainnya berpindah ke Kubu Raya dan mendapatkan lahan untuk tinggal dan digarap. Lahan tersebut sebagian besar adalah gambut.

Belasan tahun M. Sodik menggarap lahan yang ditanami jagung dan sawit dengan cara membakar. Sebab, cara itulah yang dianggap paling mudah dan murah untuk menyuburkan tanah gambut.

Namun hal itu bukan tak berisiko, terbukti pada tahun 2015 lahan miliknya dan warga lain yang sudah ditanami banyak yang terbakar. Hingga 2017, M. Sodik juga masih menggarap lahan dengan cara membakar walaupun dilakukan secara terkendali.

Sodik baru berhenti membakar lahan setelah mengenal metode Pengelolaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) yang didapatnya dalam Sekolah Lapang Petani yang diselenggarakan oleh Badan Restorasi Gambut (BRG).

Sepulang dari Sekolah Lapang, M Sodik menyiapkan lahan tak jauh dari rumahnya, seluas satu hektare untuk dijadikan demplot. Di lahan tersebut, ia beserta kelompok tani Bengkarek Jaya I menanam jahe serta berbagai jenis tanaman holtikultura lainnya.

Metode PLTB dengan pupuk cair organik F1-Embio yang diterapkan kelompok ini pada lahan demplot membuahkan hasil yang memuaskan. Tanaman-tanaman itu tumbuh subur. Bahkan jahe yang ditanam di lahan demplot tersebut sempat panen hingga menghasilkan 300 kilogram.

Keberhasilan M. Sodik tentu berkat formula F1 Embio yang ditemukan oleh Joko Wiryanto, seorang praktisi pertanian lahan gambut asal Kubu Raya, Kalimantan Barat.

F1 Embio adalah pupuk cair yang dibuat dari bahan-bahan non-kimia yang mudah didapatkan. Misalnya nanas, gula pasir, tepung sagu, kepala udang serta kotoran ayam. Bahan-bahan tersebut dimasak serta difermentasi. Tidak hanya di Kalbar, Pak Joko juga melatih metode PLTB dengan F1 Embio di Kalsel, Riau hingga Papua.

Tidak hanya di Kalbar, Di Desa Karya Tani, Indragiri Hilir Riau, Kelompok Karya Tani Mas menanami lahan demplot mereka dengan 900 rumpun jahe merah. Sebentar lagi tanaman jahe ini akan dipanen. Di Desa Ganesha Mukti, Kabupaten Banyuasin, kepala desa menggalakkan penanaman kunyit dan jahe merah di lahan pekarangan warga.

“Sejak awal kami mendorong petani gambut untuk menanam tanaman obat keluarga dan memanfaatkan lahan pekarangan, di banyak tempat lahan gambut tipis potensial ditanami jahe. Tentu saja kami meminta petani menjalankan pelajaran dari Sekolah Lapang, yaitu tidak membakar dan menggunakan pupuk non-kimia,” kata Kepala Sub-Kelompok Kerja Peningkatan Partisipasi Desa Gambut BRG, Muhammad Yusuf. (*)






Guru TIK Batam Makin Melek Digital

36 hari lalu

Guru TIK Batam Makin Melek Digital

Kemenkominfo Menyelenggarakan Kelas Literasi Digital dalam Bimbingan Teknis untuk MeningkatkanKompetensi Guru TIK di Kota Batam


Semakin Mudah, LRT, Bus, dan Angkot di Palembang Sudah Terintegrasi

27 Februari 2022

Semakin Mudah, LRT, Bus, dan Angkot di Palembang Sudah Terintegrasi

Integrasi memudahkan aksesibilitas dan meningkatkan kenyamanan masyarakat menggunakan angkutan umum perkotaan di Palembang dan sekitarnya.


Gus Muhaimin Rajut Spirit Perjuangan Kiai Abbas di Pesantren Buntet Cirebon

27 Februari 2022

Gus Muhaimin Rajut Spirit Perjuangan Kiai Abbas di Pesantren Buntet Cirebon

Gus Muhaimin mengaku spirit perjuangan Kiai Abbas akan terus dikenang sepanjang masa.


Penangkapan Ikan Terukur Berbasis Kuota Utamakan Nelayan Kecil

27 Februari 2022

Penangkapan Ikan Terukur Berbasis Kuota Utamakan Nelayan Kecil

Kuota tersebut dimanfaatkan untuk nelayan lokal, bukan tujuan komersial (penelitian, diklat, serta kesenangan dan rekreasi), dan industri


BNI Siapkan Layanan Beyond Banking untuk 8 Juta Diaspora Indonesia

19 Februari 2022

BNI Siapkan Layanan Beyond Banking untuk 8 Juta Diaspora Indonesia

Kolaborasi diaspora dengan perbankan nasional merupakan upaya untuk terus menciptakan banyak peluang investasi di luar negeri.


Mesin ATM BNI di Kantor Rans, Pakar: Strategi Bank Genjot Literasi Keuangan

19 Februari 2022

Mesin ATM BNI di Kantor Rans, Pakar: Strategi Bank Genjot Literasi Keuangan

Heboh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang mendapatkan kado ulang tahun mesin ATM dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).


Bamsoet Optimistis Pengaspalan Kembali Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika Segera Selesai

19 Februari 2022

Bamsoet Optimistis Pengaspalan Kembali Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika Segera Selesai

Tes pramusim MotoGP yang telah digelar pada 11 Maret 2022 menjadi pelajaran penting menghadapi race MotoGP pada 18-20 Maret 2022 nanti.


Dukung KTT G20, PLN Tambah 2 Pembangkit Perkuat Listrik Bali

19 Februari 2022

Dukung KTT G20, PLN Tambah 2 Pembangkit Perkuat Listrik Bali

Kesuksesan penyelenggaraan G20 Indonesia akan menjadi bukti keandalan listrik PLN dalam mendukung kegiatan berstandar dunia.


HNW: Sebaiknya Pemerintah Segera Mencabut Permenaker 2/2022

19 Februari 2022

HNW: Sebaiknya Pemerintah Segera Mencabut Permenaker 2/2022

Sikap yang memaksakan tetap berlakunya Permenaker 2/2022 itu bisa menciderai nilai kemanusiaan dan keadilan dalam Pancasila.


Anggota DPR Imbau Pelibatan Pelaku UMK untuk Pengadaan Barang dan Jasa

13 Februari 2022

Anggota DPR Imbau Pelibatan Pelaku UMK untuk Pengadaan Barang dan Jasa

Caranya dengan terus mendorong pelaku UMK ini dapat masuk ke dalam ekosistem pengadaan barang/jasa yang dikembangkan LKPP melalui Katalog Elektronik.