Polri Selidiki Penjualan Rapid Test Corona secara Daring

Reporter

Alat Rapid Tes Virus Corona atau COVID-19 di laboratorium di Ankara, Turki, 21 Maret 2020. Turkish Health Ministry/Handout via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI bakal menyelidiki rapid test Corona untuk mendeteksi virus Covid-19 yang mulai terdeteksi dijual bebas secara daring. “Kalau ada penjualan, akan kami selidiki dari mana alat itu,” ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal Daniel Tahi Monang saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, 25 Maret 2020.

Berdasarkan penelusuran Tempo, salah satu e-commerce yang menjual rapid test Corona adalah platform belanja online yang telah dikenal luas. Ada pula dua akun lainnya yang penjual dari Malang dan satu lagi dari Bandung.

Oleh penjual dari Bandung, rapid tes Covid-19 dijual dengan harga Rp 900 ribu. Sedangkan oleh penjual dari Malang, dijual dengan harga lebih murah yaitu Rp 250 ribu.

Kedua akun itu menjual rapid test Corona dengan sistem pre-order dengan waktu sekitar 14-15 hari. Dalam keterangan pembelian, satu set alat tes terdiri dari satu buah palet kit, sebatang jarum, satu alkohol pad, satu pipet dan satu botol dilution buffer (untuk darah).






DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

4 jam lalu

DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada Ahad, 2 Oktober 2022, bertambah 1.322 kasus dengan provinsi penyumbang tertinggi DKI Jakarta.


Mahfud Md Soal Reformasi Polri: Bandar Judi Tersangka, Wewenang Propam Dipecah

4 jam lalu

Mahfud Md Soal Reformasi Polri: Bandar Judi Tersangka, Wewenang Propam Dipecah

Reformasi, kata Mahfud MD, terutama menyangkut masalah kultural, seperti hedonisme, gaya hidup mewah, dan judi yang melibatkan anggota kepolisian.


Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

7 jam lalu

Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

Ratusan penghuni Apartemen Lavande Residences, Jakarta Selatan mengikuti kegiatan donor darah bertempat di lantai dasar apartemen.


Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Lemkapi: Intelijen Polri Kecolongan dan Tak Jalan

8 jam lalu

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Lemkapi: Intelijen Polri Kecolongan dan Tak Jalan

Edi Hasibuan meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri melakukan audit investigasi pengamanan kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang.


Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Tewaskan 127 Orang, LPSK: Tragedi Kemanusiaan

14 jam lalu

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Tewaskan 127 Orang, LPSK: Tragedi Kemanusiaan

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menegaskan harus ada pihak bertanggung jawab atas kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.


TPNPB-OPM Bakar Kantor Distrik Paniai Utara dan Nyatakan Perang dengan Indonesia

1 hari lalu

TPNPB-OPM Bakar Kantor Distrik Paniai Utara dan Nyatakan Perang dengan Indonesia

TPNPB menyatakan pembakaran kantor Distrik Paniai Utara sebagai awal perang terhadap pemerintah Indonesia.


Situs Web Narasi TV Diretas, Terima Pesan Ancaman 'Diam atau Mati'

2 hari lalu

Situs Web Narasi TV Diretas, Terima Pesan Ancaman 'Diam atau Mati'

Ade Wahyudin mengatakan redaksi Narasi menerima ancaman dengan pesan masuk "diam atau mati" ke dalam server situs web Narasi.


Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

2 hari lalu

Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

Update Covid hari ini Jumat 30 September 2022 bertambah 1.857 kasus sehingga total mencapai 6.431.624 orang.


Putri Candrawathi Titipkan Anaknya yang Masih Kecil ke Neneknya

2 hari lalu

Putri Candrawathi Titipkan Anaknya yang Masih Kecil ke Neneknya

Putri Candrawathi menitipkan anaknya yang paling muda ke neneknya setelah ia ditahan di rumah tahanan Bareskrim Polri mulai hari ini


Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

2 hari lalu

Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

Australia akan menghapus wajib isolasi mandiri di rumah lima hari untuk orang yang terinfeksi Covid-19, yang membuat ahli kesehatan khawatir