Cegah Corona, Pelabuhan Banyuwangi Pasang 'Terowongan' Disinfeksi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan ada 30 atraksi baru dalam Banyuwangi Festival 2020. Dok. Kemenparekraf

    Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan ada 30 atraksi baru dalam Banyuwangi Festival 2020. Dok. Kemenparekraf

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi mewajibkan penumpang kapal yang masuk pelabuhan untuk melalui 'terowongan' disinfeksi. Terowongan ini berupa hasil modifikasi tenda besar untuk mencegah penyebaran virus Corona alias covid-19.

    Turun dari kapal seusai menyeberang dari Pulau Bali, seluruh penumpang yang memasuki Pulau Jawa melalui Banyuwangi tanpa terkecuali harus berjalan kaki menyusuri ”terowongan” sepanjang 12 meter dan lebar 6 meter itu. Di dalamnya, mereka menjalani proses disinfeksi dengan cairan khusus yang telah disiapkan. Penumpang wajib menjalani pemeriksaan suhu tubuh dengan thermal gun.

    Petugas gabungan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Dinas Kesehatan Banyuwangi, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi terus siaga memandu penumpang. "Ayo masuk semua. Jaga jarak satu meter," ujar petugas kepada para penumpang kapal yang turun, Ahad sore, 22 Maret 2020.

    Penyemprotan dan pemeriksaan suhu tubuh dipantau langsung Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, GM ASDP Ketapang Fahmi Alweni, dan beberapa stakeholder ke pelabuhanan. Mereka juga turut serta menyemprot dan memeriksa suhu tubuh penumpang.

    Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, penyemprotan penumpang kapal dari Bali ke Pulau Jawa ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran wabah Corona. ”Ini tenda raksasa BNBP yang disulap menjadi semacam ”terowongan” untuk proses disinfeksi para penumpang," kata Anas.

    Proses disinfeksi juga dilakukan dalam rangka menyambut liburan Hari Raya Nyepi. Lebih dari 50 ribu orang menyeberang dari Pulau Bali ke Pulau Jawa melalui Banyuwangi. Mereka akan pulang ke berbagai kabupaten/kota di Pulau Jawa.

    "Pergerakan massal ini harus diantisipasi. Ini ikhtiar bersama,” kata Bupati Azwar. Proses disinfeksi ini diakuinya tidak cukup sehingga penumpang juga harus menjaga kondisi tubuh. “Konsumsi gizi seimbang karena melakukan perjalanan tentu kondisi tubuh bisa lelah."

    Pelabuhan dan kapal juga menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun. "Semuanya harus terus jaga diri,” kata Anas.

    GM ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Banyuwangi, Fahmi Alweni, menambahkan, proses disinfeksi ini dilakukan hingga penutupan penyeberangan ASDP Ketapang menjelang perayaan Nyepi. "Kita bakal lakukan 24 jam nonstop hingga penutupan pelabuhan menjelang Nyepi."

    Pelabuhan penyeberangan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali) saat perayaan Nyepi 2020 akan ditutup mulai Selasa, 24 Maret 2020 pukul 23.00 WIB. Jalur penyeberangan itu ditutup total hingga Kamis, 26 Maret 2020 pukul 06.00 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.