Pegawai Dishub Jawa Timur Positif COVID-19, Satu Bagian Lockdown

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Surabaya - Satu dari tiga pasien yang positif terinfeksi virus corona COVID-19 di Sidoarjo adalah aparatur sipil negara di lingkungan Dinas Perhubungan Jawa Timur. Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono, memberikan konfirmasinya atas informasi tersebut, Minggu malam 22 Maret 2020. 

    Heru, yang juga Kepala Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Jawa Timur, mengatakan akan meliburkan seluruh pegawai di Dinas Perhubungan yang sempat menjalin kontak dengan pasien positif tersebut. Terutama mereka yang bekerja satu bidang.

    “Sesuai dengan SOP, satu bidang itu akan di-lockdown, diliburkan selama 14 hari,” kata Heru saat mendampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu. 

    Sebelum itu, lanjut dia, pihaknya akan memanggil Kepala Dinas Perhubungan untuk konfirmasi ulang. Dari informasi yang diterimanya, pasien yang positif tersebut bekerja di Bidang Angkutan dan Keselamatan. Adapun pagawai di bidang itu berjumlah 27 orang.

    Kepada awak media, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Syaf Satriawarman, sempat mengatakan bahwa pegawai itu pernah mengikuti rapat di Jakarta bersama Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Seperti diketahui Menhub Budi Karya sudah lebih dulu diumumkan terinfeksi virus itu dan kini disebutkan kondisinya membaik.

    Gubernur Khofifah saat konferensi pers mengumumkan bahwa jumlah pasien positif COVID-19 di Jawa Timur bertambah 15 orang. Sehingga total jumlah pasien yang positif ada 41 orang. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya ada di Sidoarjo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.