35 Tenaga Medis di Kendari Berstatus ODP Corona dan Diisolasi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengantre untuk melakukan tes corona atau COVID-19 di Poli Khusus Corona RSUA, Surabaya, Senin, 16 Maret 2020. Poli Khusus Corona dibuka pukul 08.00-20.00 WIB dengan batas jumlah pasien 100 orang per harinya, sebagai upaya mengoptimalkan layananan kepada masyarakat.. ANTARA/Moch Asim

    Warga mengantre untuk melakukan tes corona atau COVID-19 di Poli Khusus Corona RSUA, Surabaya, Senin, 16 Maret 2020. Poli Khusus Corona dibuka pukul 08.00-20.00 WIB dengan batas jumlah pasien 100 orang per harinya, sebagai upaya mengoptimalkan layananan kepada masyarakat.. ANTARA/Moch Asim

    TEMPO.CO, Kendari - Sebanyak 35 tenaga kesehatan di rumah sakit umum daerah (RSUD) Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara masuk dalam kategori Orang dalam Pemantauan (ODP) Corona. Mereka juga sedang diisolasi.

    Mereka diisolasi setelah terpapar dengan seorang warga Kota Kendari yang positif terinfeksi virus corona. Dari 35 orang itu terdiri dari 4 orang dokter dan 31 perawat. Mereka adalah tenaga kesehatan yang bertugas di unit Instalasi Gawat Darurat.

    Pelaksana Tugas (Plt) Direkrur RSUD Bahteramas Sultra Sjarief Subijakto mengatakan puluhan tenaga kesehatan itu disolasi setelah mengeluhkan demam, batuk, dan flu.

    "Karena ternyata sudah pernah kontak dengan pasien. Isolasi ini diinisiasi oleh rumah sakit. Mereka tidak bisa mengisolasi diri, tapi harus melalui pimpinan," ujar Sjarif Subijakto saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jumat, 20 Maret 2020.

    Dari 35 tenaga medis ini, belum ada satupun dari mereka yang dilakukan pengambilan sampel swap oleh Dinas Kesehatan Sultra.

    Sjarief menuturkan tenaga kesehatan di IGD ini, diketahui pernah berinteraksi langsung dengan pasien positif corona pada 9 Maret 2020.

    Saat itu seorang perempuan muda berusia 25 tahun yang merupakan pasien rujukan dari salah satu klinik di Andonohu sempat dirawat di IGD. Saat perawatan, para tenaga kesehatan yang tediri dari dokter, perawat, dan petugas laboratorium tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) yang memadai.

    “Saya tidak berkontak langsung dengan pasien tetapi dengan sesama rekan tenaga kesehatan yang pertama merawat pasien. Nah, sedangkan mereka saat itu hanya pakai pelindung diri seadanya,” kata seorang tenaga kesehatan yang enggan disebut identitasnya.

    Di Sulawesi Tenggara, sudah ada tiga kasus pasien positif corona. Ketiga pasien itu terdiri dari seorang pria berusia 42 tahun dan dua wanita masing-masing berusia 32 tahun serta 25 tahun. Ketiganya diketahui merupakan jamaah yang baru pulang umrah pada awal Maret 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.