Presiden Jokowi Belum Terpikir Melakukan Lockdown untuk Indonesia

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kedua kiri) disaksikan Kapolri Jendral Idham Aziz (kiri belakang) dan Presiden Direktur PT. Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (kanan) tengah diukur suhu tubuh oleh petugas KKP Soetta saat melakukan peninjauan kesiapan Bandara dalam menghadapi COVID-19 di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, 13 Maret 2020. Dalam kunjungannya Presiden menegaskan bahwa pengecekan pergerakan manusia di bandara Soetta sudah sangat ketat. ANTARA

    Presiden Joko Widodo (kedua kiri) disaksikan Kapolri Jendral Idham Aziz (kiri belakang) dan Presiden Direktur PT. Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (kanan) tengah diukur suhu tubuh oleh petugas KKP Soetta saat melakukan peninjauan kesiapan Bandara dalam menghadapi COVID-19 di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, 13 Maret 2020. Dalam kunjungannya Presiden menegaskan bahwa pengecekan pergerakan manusia di bandara Soetta sudah sangat ketat. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menegaskan belum akan ada lockdown atau penutupan akses total di Indonesia demi mengantisipasi penyebaran Virus Corona atau COVID-19. Jokowi masih enggan meniru langkah sejumlah negara seperti Italia dan Denmark, yang melakukan total lockdown.

    "Belum berpikir ke arah sana (lockdown)," kata Jokowi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat, 13 Maret 2020.

    Jokowi mengakui  bahwa Virus Corona tidak mengenal batas negara. Penyebarannya pun terhitung sangat cepat. Seminggu lalu ada 80 negara yang terkena virus ini. Namun hanya dalan waktu sepekan, jumlahnya bertambah menjadi 117 negara.

    "Satu minggu melompat menjadi 117 negara, artinya sekali lagi virus tidak mengenal batas negara," kata Jokowi.

    Jokowi menghargai kerja sama seluruh kementerian dan lembaga termasuk pemerintah daerah. Khususnya pemerintah daerah yang mampu memberikan penjelasan yang baik sebagai edukasi ke masyarakat, seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

    Langkah lockdown dilakukan oleh Italia dan Denmark. Khusus Italia, jumlah penderita COVID-19 di negara ini melonjak drastis menjadi salah satu episentrum terbesar di dunia setelah Cina. Selain Italia dan Denmark, beberapa negara juga melakukan lockdown khusus di beberapa kota mereka, seperti Korea Selatan dan Iran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.