Ketua MPR Sebut Ekonomi Tak Boleh Lumpuh karena Takut Corona

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Bambang Soesatyo meminta pemerintah tetap membuat kebijakan stimulus ekonomi demi merespons kerusakan akibat kecemasan pada wabah virus Corona. Ia menyebut stimulus ekonomi sangat diperlukan agar kerusakan yang terjadi tak semakin parah.

    "Takut dan cemas karena meluasnya penyebaran wabah nCov-19 jangan sampai menyebabkan lumpuhnya perekonomian nasional," kata Bamsoet, sapaan Bambang, melalui keterangan tertulis, Senin, 9 Maret 2020.

    Yang dimaksud nCoV-19 oleh Bamsoet adalah nama sementara virus Corona yang disebut novel-Coronavirus-19 oleh WHO. Belakangan, Badan Kesehatan PBB tersebut menamai virus yang muncul di Wuhan, Cina ini sebagai SARS-CoV-2 atau COVID-19.

    "Rasa cemas dan kehati-hatian jangan sampai menghentikan atau mengurangi keseluruhan aktivitas masyarakat dalam skala ekstrem," kata Bamsoet.

    Bamsoet mengatakan kehidupan harus tetap berjalan sebagaimana mestinya agar kerusakan akibat Corona tak semakin parah. Menurut dia, setiap orang harus berani tetap bekerja. Kegiatan produksi dan perdagangan tak boleh berhenti, aktivitas belajar anak dan remaja harus tetap berjalan.

    Menurut politikus Golkar ini, yang terpenting diwaspadai adalah kerusakan serius wabah virus Corona bagi perekonomian. Ia merujuk turunnya lalu lintas ekspor-impor karena melemahnya permintaan.

    Artinya, kata Bamsoet, kegiatan produksi di sejumlah negara, termasuk Indonesia juga menurun. Banyak perusahaan diasumsikan tak akan mampu mewujudkan perkiraan laba. Imbasnya, banyak investor menarik dana dari pasar modal untuk ditempatkan di instrumen investasi lain yang aman.

    "Sektor penerbangan dan pariwisata bahkan sudah menghitung rugi," ujar Bamsoet.

    Politikus berlatar belakang pengusaha tersebut pun berujar jika kondisi ini tak direduksi, perekonomian nasional global bisa terseret ke dalam resesi. Apalagi durasi kecemasan dan kehati-hatian menyangkut virus Corona belum bisa dihitung.

    Bamsoet menilai tindakan menunggu sambil membiarkan terjadi eskalasi kerusakan adalah salah. Kata dia, semua pihak tak mengharapkan terjadi resesi ekonomi akibat wabah ini.

    Ia pun meminta pemerintah berbuat maksimal mencegah potensi resesi. Bamsoet berujar harus ada keberanian menawarkan dan menerapkan kebijakan untuk memperkecil skala kerusakan di sektor ekonomi dan bisnis.

    "Stimulus fiskal dan kemudahan prosedural ekspor impor, termasuk dukungan kepada UMKM, sangat relevan," kata Bamsoet.

    Bamsoet mengatakan stimulus dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan pun mestinya memberi keleluasaan bagi perbankan menurunkan suku bunga kredit karena likuiditas bank menjadi cukup besar. Likuiditas yang besar itu, menurut dia, idealnya memudahkan bank menyalurkan kredit murah untuk memaksimalkan produktivitas sektor riil.

    Dia juga meminta semua kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah memaksimalkan pemanfaatan anggaran belanja untuk mendongkrak produksi dan permintaan di dalam negeri. "Jangan lagi ada kasus dana pembangunan yang tidak dimanfaatkan dan hanya diendapkan di bank," kata Bamsoet.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.