Pemerintah Dinilai Cuek Terhadap Perempuan Korban Kekerasan

Massa yang tergabung dalam Gerakan Perempuan Anti Kekerasan (Gerak Perempuan) melakukan aksi diam di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Senin, 10 Februari 2020. Aksi ini merupakan bentuk solidaritas untuk beberapa korban kekerasan seksual di beberapa kampus di Indonesia. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan aspek pemulihan dalam menyelesaikan kasus kekerasan terhadap perempuan.

Komnas menilai, pemerintah masih bersikap cuek terhadap kondisi psikologis korban. Hal ini terlihat dari jumlah lembaga yang menangani pemulihan atau konsuling masih sangat sedikit. "Pemerintah sampai saat ini masih di ranah penegakan hukum saja. Padahal pemulihan juga penting," ujar Komisioner Komnas Perempuan Mariana Amiruddin saat dihubungi pada Sabtu, 7 Maret 2020.

Karena itu, Mariana meminta pemerintah untuk memperbanyak lembaga yang bisa menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dari aspek pemulihan dan konsuling.

Saat ini, Komnas Perempuan hanya bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk menangani dua aspek tersebut. "Kami cuma bermitra dengan Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK), Women Crisis Center, dan Yayasan Pulih," ujar Mariana.

Selain itu, meski pemerintah saat ini telah membangun ratusan lembaga pelayanan untuk penanganan kasus kekerasan perempuan yang tersedia di kepolisian, rumah sakit, maupun unit pelayanan terpadu di bawah Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Mariana menilai hal itu masih kurang banyak. Sebab, banyaknya kasus yang terjadi hampir diseluruh pelosok negeri. "Jadi memang pelayanan itu harus sampai ke daerah. Jangan hanya fokus di kota besar," kata Mariana.

Komnas Perempuan sebelumnya menyatakan terjadi kenaikan jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2019. Sepanjang tahun kemarin, terjadi 431.471 kasus kekerasan terhadap perempuan, meningkat enam persen dari 2018 sebanyak 406.178 kasus.

Mariana mengatakan, data kekerasan terhadap perempuan di Indonesia juga tercatat terus meningkat selama lebih dari satu dekade terakhir. Selama 12 tahun, kekerasan terhadap perempuan meningkat sebanyak 792 persen atau delapan kali lipat.

"Dapat diartikan bahwa dalam situasi yang sebenarnya, kondisi perempuan di Indonesia jauh mengalami kehidupan yang tidak aman," kata Mariana dalam rilis Catatan Tahunan 2020 Komnas Perempuan di Hotel Mercure, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, 6 Maret 2020.






Begini Kata Akademisi soal Konten Prank KDRT Baim Paula

2 hari lalu

Begini Kata Akademisi soal Konten Prank KDRT Baim Paula

Menjadikan pelaporan kasus KDRT sebagai konten prank, selain tidak berempati dan menghargai korban, juga berpotensi membuat menyalahkan korban .


Keberatan Soal Pelecehan Seksual Brigadir J, Deolipa Yumara Gugat Komnas HAM dan Komnas Perempuan ke PTUN

3 hari lalu

Keberatan Soal Pelecehan Seksual Brigadir J, Deolipa Yumara Gugat Komnas HAM dan Komnas Perempuan ke PTUN

Komnas HAM dan Komnas Perempuan diminta menarik kembali pernyataan resmi soal dugaan pelecehan seksual Brigadir J terhadap Putri Candrawathi.


Inilah yang Harus Anda Dilakukan jika Mengalami KDRT

4 hari lalu

Inilah yang Harus Anda Dilakukan jika Mengalami KDRT

KDRT dapat dialami siapa saja. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan jika mengalami KDRT.


Hari Jantung Sedunia, Perempuan Rentan Kena Serangan Jantung setelah Menopause

8 hari lalu

Hari Jantung Sedunia, Perempuan Rentan Kena Serangan Jantung setelah Menopause

Wanita cenderung memiliki kekebalan relatif terhadap serangan jantung sebelum menopause, tapi setelahnya?


Stuart Weitzman Tunjuk Kim Kardashian Sebagai Duta Merek Tunjukkan Kekuatan Baru

10 hari lalu

Stuart Weitzman Tunjuk Kim Kardashian Sebagai Duta Merek Tunjukkan Kekuatan Baru

Stuart Weitzman berharap dapat lebih menyentuh konsumen milenial secara emosional


Perempuan, Garda Terdepan dalam Demo Iran

10 hari lalu

Perempuan, Garda Terdepan dalam Demo Iran

Kemarahan para perempuan dalam demo Iran yang mengutuk kematian Mahsa Amini, dituangkan dalam teriakan lantang: perempuan, hidup dan kebebasan.


Top 3 dunia: Perempuan di Iran Memprotes Aturan Jilbab yang Ketat

15 hari lalu

Top 3 dunia: Perempuan di Iran Memprotes Aturan Jilbab yang Ketat

Top 3 dunia pada 22 September 2022, di urutan pertama unjuk rasa yang dilakukan perempuan Iran untuk memprotes ketatnya aturan berjilbab di negara itu


Kontribusi UMKM Perempuan Diprediksi Capai USD 135 Miliar pada 2025, Asalkan...

15 hari lalu

Kontribusi UMKM Perempuan Diprediksi Capai USD 135 Miliar pada 2025, Asalkan...

Angela Tanoesoedibjo menyatakan peran perempuan dalam UMKM masih menghadapi tantangan, salah satunya dalam permodalan.


Keluarga Brigadir J Bantah Sudah Menyerah

16 hari lalu

Keluarga Brigadir J Bantah Sudah Menyerah

Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat, disebut lelah karena terus menerus menjalani pemeriksaan oleh polisi.


Aturan Jilbab di Iran, Kematian Mahsa Amini Trending di Twitter

18 hari lalu

Aturan Jilbab di Iran, Kematian Mahsa Amini Trending di Twitter

Kematian Mahsa Amini telah memancing unjuk rasa, yang diikuti oleh ratusan orang. Amini ditahan karena dugaan pelanggaran aturan jilbab.