Buruh Siapkan Mogok Nasional Tolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa Gerakan Butuh Bersama Rakyat (Gebrak) dan KASBI memperingati Hari Buruh International dengan longmarch dari Bundaran HI menuju Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 1 Mei 2019.  Masalah upah rendah juga menjadi salah satu isu yang diusung dalam aksi tersebut. TEMPO/Subekti.

    Massa Gerakan Butuh Bersama Rakyat (Gebrak) dan KASBI memperingati Hari Buruh International dengan longmarch dari Bundaran HI menuju Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 1 Mei 2019. Masalah upah rendah juga menjadi salah satu isu yang diusung dalam aksi tersebut. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum KASBI (Konfederasi Kongres Aliansi Buruh Indonesia) Nining Elitos mengatakan serikat-serikat buruh dan pekerja membangun persatuan dan merencanakan mogok nasional untuk menolak omnibus law RUU Cipta Kerja.

    "Kami dorong agar terjadi aksi-aksi di daerah menuju mogok nasional," kata Nining di kawasan Menteng, Jakarta, pada Rabu, 4 Maret 2020.

    Menurut Nining, serikat buruh dan pekerja di daerah juga sudah mulai membentuk aliansi. Di Banten, misalnya, berupa Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) dan di Jakarta ada Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) dan Fraksi Rakyat Indonesia.

    Dia menyatakan belum menetapkan tanggal mogok nasional. "Kami sedang melakukan konsolidasi."

    Nining pun mendesak pemerintah untuk tidak menggunakan cara-cara represif dalam menghadapi aksi massa. Kemarin, Rabu, 4 maret 2020, 10 buruh yang menolak omnibus law RUU Cipta Kerja di Tangerang dicokok polisi setelah aksi.

    Dia menilai cara represif tak akan berujung pada solusi, tapi malah akan membuat tinggi tensi perlawanan dari masyarakat.

    "Memang benar sudah tidak lagi berpihak kepada rakyat, justru memberikan karpet merah bagi kepentingan investasi."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.