Pegawai SPBU di Indonesia Harus Tersertifikasi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembukaan secara simbolis Pelatihan dan Sertifikasi bagi Operator, Teknisi dan Pengawas SPBU di Seluruh Indonesiayang digelar BPH Migas bekerja sama dengan PPSDM Migas di Gedung BPH Migas pada Selasa, 25 Februari 2020.

    Pembukaan secara simbolis Pelatihan dan Sertifikasi bagi Operator, Teknisi dan Pengawas SPBU di Seluruh Indonesiayang digelar BPH Migas bekerja sama dengan PPSDM Migas di Gedung BPH Migas pada Selasa, 25 Februari 2020.

    INFO NASIONAL — Selain menggunakan teknologi tinggi dan biaya yang tinggi, sektor industri migas juga mempunyai resiko tinggi, begitu juga dengan pekerjaan di sektor Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU). Bekerja sama dengan PPSDM Migas, BPH Migas membuka secara simbolis pelatihan dan sertifikasi bagi operator, teknisi, dan pengawas SPBU di seluruh Indonesia pada Selasa, 25 Februari 2020 di gedung BPH Migas.

    Pelatihan dan sertifikasi ini dibuka oleh Sekretaris BPH Migas, Bambang Utoro dan dilanjutkan pengarahan oleh Kepala BPH Migas, Fanshurullah Asa.

    Pada minggu ini, terdapat 109 peserta yang terbagi dalam empat angkatan Pelatihan dan Sertifikasi Operator SPBU untuk wilayah Tangerang Selatan, Serang, dan DKI Jakarta yang berlangsung selama tiga hari, mulai 25-27 Februari 2020 (dua hari pelatihan dan satu hari sertifikasi kompetensi Operator SPBU). Proyek besar hasil kerja sama antara BPH Migas dan PPSDM Migas ini akan berakhir pada tanggal 24 September 2020.

    Fanshurullah Asa menjelaskan, tujuan program diklat dan sertifikasi SPBU ini adalah menjalankan amanat Permen ESDM Nomor 5 Tahun 2015 tentang Pemberlakuan SKKNI Bidang Kegiatan Usaha Migas Secara Wajib, di mana semua pekerja sektor migas baik hulu maupun hilir, khususnya pekerja bidang pengelolaan SPBU di Indonesia harus mempunyai sertifikat kompetensi.

    “BPH Migas sebagai salah satu pemangku kepentingan bidang migas salah satunya bidang pengelolaan SPBU bekerja sama dengan PPSDM Migas menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan sertifikasi untuk 2.730 orang pegawai SPBU di seluruh Indonesia. Diharapkan, program ini dapat meningkatkan standar pelayanan bagi konsumen dan memastikan keselamatan dalam kegiatan operasi SPBU,” kata Asa.

    Semua operator SPBU nantinya harus disertifikasi dan yang tidak tersertifikasi maka secara aturan tidak diperbolehkan bekerja di SPBU, maka dari itu kesempatan baik ini perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk belajar agar pelayanan di SPBU menjadi lebih meningkat dan baik serta terhindar dari bahaya-bahaya kecelakaan.

    “Semoga para peserta dapat lulus semua nantinya dan lebih meningkat kompetensinya setelah mengikuti kegiatan ini,” ucap Sulistiyono, Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Sarana Prasarana Pengembangan SDM mewakili Kepala PPSDM MIGAS. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto