Istana: Tak Ada Reshuffle, Semua Menteri Diminta Fokus Kerja

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman saat ditemui wartawan di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 5 Januari 2020. Tempo/Egi Adyatama

    Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman saat ditemui wartawan di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 5 Januari 2020. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, JakartaJuru Bicara Istana, Fadjroel Rachman membantah isu yang dilontarkan relawan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ihwal adanya rencana reshuffle kabinet.

    "Tidak ada rencana reshuffle kabinet, semua menteri dipersilakan melaksanakan rencana kerjanya, dan presiden memonitor serta mengevaluasi pelaksanaan rencana kerja masing-masing," ujar Fadjroel lewat pesan singkat, Jumat, 21 Februari 2020.

    Isu Reshuffle pertama kali dilontarkan Dede Budhiyarto, relawan Jokowi yang ikut membantu pemenangan di Pilpres 2014 dan 2019. Dia mengatakan, isu kocok ulang kabinet itu dibahas dalam pertemuan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan para pendukungnya dari kalangan artis, influencer, dan pegiat media sosial, di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa, 18 Februari 2020.

    Dede mengatakan, Presiden Jokowi merencanakan akan melakukan reshuffle kabinet mengganti menteri-menteri yang kinerjanya dinilai kurang bagus.

    "Pengen cerita hasil pertemuan dengan Presiden @jokowi, eh pulang dari Istana Bogor malah sakit. Intinya bakal ada resafel tunggu saja yah. Menteri yang kinerjanya ndak bagus bakalan dicukupkan," cuit Dede lewat akun twitter-nya @kangdede78.

    Dede mempersilakan cuitannya dikutip, namun dia enggan bercerita lebih lanjut. "Maaf saya lagi sakit, saya gak bisa jawab, kutip aja (yang di twitter), tapi saya gak bisa cerita apa-apa ya," ujar Dede saat dihubungi Tempo pada Jumat, 21 Februari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara