Update Insiden Susur Sungai di Sleman, 5 Siswa Meninggal

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Sabhara Polsek Turi membantu evakuasi siswa SMPN I Turi yang hanyut di Sungai Sempor, Donokerto menuju RS SWA, Jumat, 21 Februari 2020. Instagram/@Polsek_turi

    Anggota Sabhara Polsek Turi membantu evakuasi siswa SMPN I Turi yang hanyut di Sungai Sempor, Donokerto menuju RS SWA, Jumat, 21 Februari 2020. Instagram/@Polsek_turi

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan dari ratusan siswa yang ikut dan menjadi korban kegiatan susur sungai di Sungai Sempor, Dukuh Donokerto Turi Sleman Jumat sore 21 Februari 2020 sebagian telah ditemukan dalam kondisi meninggal.

    “Update hingga pukul 19.00, lima korban siswa yang ditemukan meninggal,” ujar juru bicara Polda DIY Komisaris Besar Polisi Yuliyanto Jumat petang.

    Yuli menuturkan siswa yang ikut dalam kegiatan susur sungai itu adalah kelas 7 dan 8. Sebagian dari siswa yang selamat sudah melaporkan diri ke pihak petugas.

    Rinciannya, dari 129 siswa kelas 7 yang ikut sebanyak 51 siswa sudah lapor selamat. Sedangkan 78 orang belum lapor.

    Sementara itu, dari kelas 8 ada 127 siswa yang ikut. Di mana 120 siswa sudah melapor atau absen dan yang belum ada sebanyak 7 siswa.

    Lima siswa yang ditemukan meninggal dan dibawa ke rumah sakit di Sleman antara lain SA kelas 8 alamat Sumber Rejo Sleman, siswa A kelas 7 alamat Ngentak Tepan Sleman, siswa NA dan L dari kelas 8 alamat Kembang Arum Sleman.

    “Yang belum diketahui identitasnya ada satu korban masih berada di Rumah Sakit Puri Husada,” ujarnya.

    Polda Yogyakarta telah mengerahkan tim SAR dari Sabhara Polda DIY dan polres serta polsek dan polairud untuk mencari korban yang masih hilang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara