Djarot: Pak Ahok Tak Mau Namanya Dipakai Besarkan PSI

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Djarot Saiful Hidayat saat ditemui di JI-Expo Kemayoran pada Kamis, 9 Januari 2020. TEMPO/Dewi Nurita

    Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Djarot Saiful Hidayat saat ditemui di JI-Expo Kemayoran pada Kamis, 9 Januari 2020. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan rekannya, Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok, sejak awal lebih memilih PDIP ketimbang PSI.

    "Pak Ahok mengatakan kepada saya dia ini tidak pernah PSI, tapi PDIP, karena PDIP ini parrtai nasionalis yang membela siapapun," kata Djarot dalam peluncuran buku "Panggil Saya BTP" di acara Ngobrol Tempo di Gedung Tempo pada Senin, 17 Februari 2020.

    Djarot juga mengatakan, "Apalagi menjelang pemilu Pak Ahok tak mau namanya disebut-sebut untuk meng-endorse atau dipakai membesarkan namanya, maaf, Partai Solidaritas Indonesia."

    Basuki Tjahaja Purnama menuturkan tak ada keraguan ketika memilih PDIP. Ia mengatakan sengaja memilih partai ini karena nasionalis. "Di era terbelah seperti ini, butuh partai nasional besar," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    APBN 2020 Defisit 853 Triliun Rupiah Akibat Wabah Virus Corona

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksikan defisit pada APBN 2020 hingga Rp853 triliun atau 5,07 persen dari PDB akibat wabah virus corona.