Kisah Ahok di Penjara, 15 Ribu Surat hingga Cuan Rp 19 Miliar

Reporter

Editor

Amirullah

Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersalaman dengan Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sat akan meresmikan program mandatori penggunaan B30 di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta, Senin 23 Desember 2019. Program B30 merupakan salah satu jurus yang dikeluarkan pemerintah dalam rangka menekan defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengalami pasang surut kehidupan selama dua tahun mendekam di Markas Korps Brigade Mobil, Kelapa Dua, Depok.

Ahok mengaku tak luwes bergerak di bulan-bulan pertama mendekam. Ia bercerita, pada Mei 2017, dia mengalami sakit di dada hingga membuatnya sesak bernafas.

"Pak tolong saya pak," ujar Ahok seperti dikutip dari Majalah Tempo edisi 17 Februari 2020 berjudul 'Jatuh Bangun Ahok'.

Namun, kata Ahok, yang dimintai tolong dengan santai menjawab kondisi itu lumrah. Ia sempat ingin meminta dipanggilkan dokter, tapi niat tersebut ia urungkan.

Seorang sipir kemudian menyarankan Ahok berlari mengitari lapangan agar tubuhnya kembali normal. "Sempat ingin nurut, tapi saya batalkan. Bisa saja penjaga menembaknya karena menganggap ingin kabur," kata dia.

Rasa sakit di dada itu acap kali ia rasakan di waktu malam. Ia kemudian mencoba mengatasi rasa sakit itu dengan rutin berolahraga. Seluruh aktivitas itu Ahok lakukan di dalam selnya.

Ahok menuturkan, ia tak bisa menjalani kegiatan di luar ruangan karena alasan keamanan. "Takut dikira macam-macam," ucap dia.

Tak hanya tak diizinkan beraktivitas di luar sel, Ahok bercerita, pelat nomor kendaraan semua tamu yang berkunjung, dicatat.

Namun, ada kalanya Ahok mengalami suasana suka cita ketika mendekam. Tak sedikit kolega yang membesuknya, membawakannya oleh-oleh, buah, makanan, hingga surat.

Ahok mengaku tak kurang dari 15 ribu lembar surat diterima dan dibalasnya selama mendekam. Selain itu, dari pendukungnya pula, Ahok memperoleh penghasilan dengan berjualan buku. Ia mampu meraup sampai Rp 19 miliar.

Di penghujung masa penahanannya, Ahok kemudian merajut cinta dengan Puput Nastiti Devi, seorang anggota polisi wanita. Puput sendiri bukan orang asing sebab pernah bekerja menjadi ajudan Veronica Tan, mantan istri Ahok.

Ahok dan Puput kemudian menikah pada 25 Januari 2019 atau sehari setelah Ahok keluar dari penjara. Keduanya kini telah memiliki seorang putera.

Dia mengingat, seorang kerabatnya menyarankan agar melaksanakan ritual selepas bebas, yakni mencukur rambut, keramas, memakai baju baru dan membuang pakaian lama. Namun, Ahok menolak. "Gue keluar bawa buku, cuan (untung), dan istri," kata Ahok.

Baca berita selengkapnya di Majalah Tempo edisi 17 Februari 2020, berjudul "Kado Ahok di Sel Teroris".

ANDITA RAHMA | MAJALAH TEMPO






Wagub Riza Patria Sebut Pergub Penggusuran Bakal Dicabut Sebelum 16 Oktober

1 hari lalu

Wagub Riza Patria Sebut Pergub Penggusuran Bakal Dicabut Sebelum 16 Oktober

Warga kembali berunjuk rasa di depan Balai Kota menagih janji Anies Baswedan yang mau mencabut Pergub Penggusuran


Warga Kembali Gelar Aksi Tagih Janji Anies Baswedan Cabut Pergub Penggusuran

1 hari lalu

Warga Kembali Gelar Aksi Tagih Janji Anies Baswedan Cabut Pergub Penggusuran

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah berjanji bakal mencabut Pergub Nomor 207 Tahun 2016 alias Pergub Penggusuran


Anies Bicara Keadilan, Sindir Kebijakan Ahok Batasi Pemotor di Sudirman-Thamrin

4 hari lalu

Anies Bicara Keadilan, Sindir Kebijakan Ahok Batasi Pemotor di Sudirman-Thamrin

Gubernur DKI Anies Baswedan menilai membatasi pengendara motor lewat Jalan Sudirman-Thamrin tidak adil


Pantai Maju di Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, Prostitusi, dan BJ Habibie Masuk Top 3 Metro

6 hari lalu

Pantai Maju di Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, Prostitusi, dan BJ Habibie Masuk Top 3 Metro

Pantai Maju Jakarta di pulau reklamasi Ahok yang diubah Anies, prostitusi yang dilarang di Jakarta , dan kenangan BJ Habibie masuk Top 3 Metro.


Pantai Maju Jakarta, Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, dan Tempat Main Layang-layang

7 hari lalu

Pantai Maju Jakarta, Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, dan Tempat Main Layang-layang

DKI Jakarta mengoperasikan kawasan Jalan Sehat dan Sepeda Santai (Jalasena) Pantai Maju Jakarta untuk bermain layang-layang.


Survei: 58,8 Persen Warga Tak Puas Kinerja Anies Baswedan, Dia Merelokasi Mirip Ahok

7 hari lalu

Survei: 58,8 Persen Warga Tak Puas Kinerja Anies Baswedan, Dia Merelokasi Mirip Ahok

NSN mengungkapkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan semakin melorot yang mencapai 30,3 persen.


Anies Sebut Kampung Kota Tak Diakui pada 2014, Saat Itu DKI Dipimpin Jokowi - Ahok

11 hari lalu

Anies Sebut Kampung Kota Tak Diakui pada 2014, Saat Itu DKI Dipimpin Jokowi - Ahok

Anies Baswedan memasukkan kampung kota dalam regulasi baru. Menurut dia, tidak ada terminologi kampung dalam aturan lama tata ruang tahun 2014.


Jumpa AHY, Surya Paloh, Jusuf Kalla, dan Ahmad Syaikhu, Anies Baswedan: Ngobrol Ngalor-ngidul

13 hari lalu

Jumpa AHY, Surya Paloh, Jusuf Kalla, dan Ahmad Syaikhu, Anies Baswedan: Ngobrol Ngalor-ngidul

Anies Baswedan membahas beragam isu termasuk soal politik saat bertemu tiga ketua umum partai politik.


Anies Baswedan Sebut Tak Sengaja Jumpa Ahok, Tanya Kabar Keluarga dan Cerita Lain

13 hari lalu

Anies Baswedan Sebut Tak Sengaja Jumpa Ahok, Tanya Kabar Keluarga dan Cerita Lain

Anies Baswedan menyebut tak sengaja bertemu dengan mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di hotel yang sama.


Anies Baswedan Bertemu Presiden PKS, AHY Demokrat, Surya Paloh Nasdem, dan Jusuf Kalla

13 hari lalu

Anies Baswedan Bertemu Presiden PKS, AHY Demokrat, Surya Paloh Nasdem, dan Jusuf Kalla

Anies Baswedan tak menjawab ketika ditanya apakah membahas soal pemilihan presiden (Pilpres) 2024 ketika bertemu 3 pimpinan partai politik.