Ganjar Pranowo Minta Masyarakat Waspadai Investasi Bodong

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengingatkan kepada masyarakat untuk mewaspadai beragam
bentuk investasi yang menjanjikan keuntungan besar dan tidak masuk akal lantaran hanya akan
merugikan dirinya sendiri.

    Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengingatkan kepada masyarakat untuk mewaspadai beragam bentuk investasi yang menjanjikan keuntungan besar dan tidak masuk akal lantaran hanya akan merugikan dirinya sendiri.

    INFO NASIONAL — Penawaran bisnis atas nama investasi ilegal atau bodong seolah tak pernah surut dengan modus-modus baru. Investasi bodong umumnya mengiming-imingi investor dengan penghasilan besar tanpa perlu bekerja keras bahkan meski tidak melakukan apa-apa.

    Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, pun mengingatkan kepada masyarakat untuk mewaspadai beragam bentuk investasi yang menjanjikan keuntungan besar dan tidak masuk akal lantaran hanya akan merugikan dirinya sendiri. Seperti fenomena Kerajaan Agung Sejagat di Desa Pogung Kecamatan Jurutengah, Kabupaten Purworejo beberapa waktu lalu, yang menghimpun dana masyarakat dan menjanjikan keuntungan besar ternyata berujung penipuan.

    "Hari ini, jangan percaya kepada janji-janji keuntungan bisnis yang tidak masuk akal. Ilmu pengetahuan sudah berkembang, kita bisa mengecek lembaga keuangan mana yang kredibel. Jadilah lebih peka agar tidak menjadi pekok," ujar Ganjar usai Penyerahan Izin Prinsip PT BPR BKK Jateng (Perseroda) di PO Hotel, Selasa, 11 Februari 2020.

    Diakui Ganjar, masih ada investasi yang masuk di kalangan masyarakat dengan pola yang aneh dan tujuannya merangsang masyarakat untuk berinvestasi. Menurut Ganjar, jika masyarakat memiliki literasi keuangan yang baik mereka akan lebih berhati-hati pada iming-iming keuntungan besar.

    "Dalam hal ini masyarakat harus memahami high risk high return. Cirinya bunga tinggi, kembali cepat, dan untung berlipat-lipat," tandasnya.

    Kasus terakhir adalah aplikasi investasi bodong bernama MeMiles yang berhasil dibongkar kepolisian pada 3 Januari 2020 lalu. Investasi bodong dengan menggunakan nama PT Kam and Kam itu berhasil meraup uang dari korban senilai Rp 750 miliar. Saat penangkapan, polisi mengamankan uang nasabah hingga Rp 122 miliar.

    MeMiles merupakan platform digital advertising dengan memadukan tiga jenis bisnis, yakni advertising, market place, dan traveling. MeMiles memberikan iming-iming yang di luar logika. Misalkan dengan top up Rp 300.000 bisa dapat bonus HP, top up Rp 3 juta dapat sepeda motor, dan top up Rp 7 juta mendapat mobil Fortuner.

    "Kalau curiga, bisa lapor ke OJK. Anda akan mendapatkan informasi lengkap. Bodong atau tidak," kata Ganjar. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.