Bambang Widjojanto: Komisaris Rossa Disingkirkan dari KPK

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bambang Widjojanto dan Novel Baswedan menghadiri peluncuran buku Nusantara Berkisah 2: Orang-orang Sakti karya S. Dian Andryanto di Gedung Tempo, Jakarta, 14 Desember 2019. TEMPO/Fardi Bestari

    Bambang Widjojanto dan Novel Baswedan menghadiri peluncuran buku Nusantara Berkisah 2: Orang-orang Sakti karya S. Dian Andryanto di Gedung Tempo, Jakarta, 14 Desember 2019. TEMPO/Fardi Bestari

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto menilai polemik pemulangan penyidik Komisaris Rossa Purbo Bekti sebagai skandal. Ia menganggap kasus ini bukan hanya isu pemulangan penyidik, melainkan upaya untuk menyingkirkan Rossa.

    "Fakta ini punya indikasi dan potensi disebut sebagai skandal, bukan sekedar urusan pemulangan seorang penyidik KPK," kata BAMBANG lewat keterangan tertulis, Kamis, 6 Februari 2020.

    Bambang mengatakan indikasi adanya skandal itu terlihat dari perbedaan pernyataan antara pimpinan KPK, Wadah Pegawai KPK, dan Kepolisian. Pimpinan KPK menyebut Rossa ditarik ke kepolisian karena ada kebutuhan. Sedangkan Wadah Pegawai menyebut alasan pengembalian Rossa tak pernah disebutkan, padahal Rossa tidak pernah melanggar etika atau disiplin.

    Adapun Polri hari ini mengatakan sudah memberikan surat pembatalan penarikan kepada KPK. "Kami memang mendapat informasi bahwa Rossa dikembalikan oleh KPK ke Polri, tapi Polri tetap pernah memberikan surat pembatalan kepada KPK bahwa Rossa tidak ditarik," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono di kantornya, Jakarta Selatan, pada Kamis, 6 Februari 2020.

    Argo memastikan bahwa Rossa akan tetap bertugas di KPK sampai masa dinasnya habis pada September 2020. Selain itu, kata dia, hingga kini Polri juga belum menerima surat pemberhentian tugas Komisaris Rossa dari KPK.

    "Ada indikasi berupa tindakan yang seolah menuding institusi Kepolisian yang punya kepentingan menarik Rossa." Bambang meminta Dewan Pengawas untuk menelisik adanya dugaan penyalahgunaan kekuasaan dan konflik kepentingan di KPK. Tindakan pimpinan, kata dia, melawan prinsip integritas serta meruntuhkan kehormatan KPK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.