Dewan Pengawas KPK Cermati Polemik Pemulangan Kompol Rossa

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Albertina Ho pernah menjabat Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menangani perkara suap pegawai Direktorat Jenderal Pajak Gayus Tambunan. Wanita itu pernah bertugas di PN Slawi dan menjadi hakim di PN Temanggung dan PN Cilacap, Jawa Tengah. Pada 2005, karirnya melesat hingga ke kursi Sekretaris Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial. Ia juga menangani sejumlah perkara yang menjadi perhatian publik, yaitu pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen dengan terdakwa Sigid Haryo Wibisono, pelecehan terdakwa Anand Khrisna, dan perkara mafia hukum Jaksa Cirus Sinaga. TEMPO/Subekti

    Albertina Ho pernah menjabat Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menangani perkara suap pegawai Direktorat Jenderal Pajak Gayus Tambunan. Wanita itu pernah bertugas di PN Slawi dan menjadi hakim di PN Temanggung dan PN Cilacap, Jawa Tengah. Pada 2005, karirnya melesat hingga ke kursi Sekretaris Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial. Ia juga menangani sejumlah perkara yang menjadi perhatian publik, yaitu pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen dengan terdakwa Sigid Haryo Wibisono, pelecehan terdakwa Anand Khrisna, dan perkara mafia hukum Jaksa Cirus Sinaga. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan telah mendapatkan laporan terkait polemik pemulangan penyidik KPK asal Polri Komisaris Rossa Purbo Bekti. Dewan Pengawas KPK menyatakan akan mempelajari informasi tersebut.

    "Dewas juga sudah mendapat laporan dan mempelajari informasi tersebut," kata anggota Dewas KPK Albertina Ho lewat keterangan tertulis, Rabu, 5 Februari 2020.

    Albertina mengatakan pada prinsipnya Dewas akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja KPK. Dewas, kata dia, juga akan mengevaluasi kinerja pimpinan.

    Sebelumnya, pemulangan Kompol Rossa ke kepolisian menjadi polemik lantaran diduga terkait dengan operasi tangkap tangan eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan. Rossa masuk sebagai anggota tim dalam kasus yang diduga menyeret petinggi PDIP tersebut.

    Setelah operasi itu, Rossa tiba-tiba dipulangkan ke institusi asalnya, yaitu kepolisian. Padahal masa tugasnya di komisi antikorupsi baru berakhir pada September mendatang.

    KPK menyatakan Rossa ditarik oleh Polri karena ada kebutuhan. Namun, Polri mengatakan tidak menarik Rossa. Polri menyatakan Rossa masih bekerja bekerja di KPK hingga masa tugasnya habis. Belakangan, Polri akhirnya benar-benar menarik penyidiknya ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.