Cegah Longsor, Jokowi: Tanam Vetiver, Bukan Vety Vera Ya...

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi (tengah) ikut menanam tanaman di Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin 3 Februari 2020. Dalam kunjungan di lokasi bencana longsor ini, presiden menanam tanaman akar wangi dan durian yang dipercaya bisa mencegah longsor. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi (tengah) ikut menanam tanaman di Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin 3 Februari 2020. Dalam kunjungan di lokasi bencana longsor ini, presiden menanam tanaman akar wangi dan durian yang dipercaya bisa mencegah longsor. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memerintahkan semua pemerintah daerah menanam vetiver atau yang biasa disebut akar wangi untuk mencegah longsor. Menurut Jokowi, merehabilitasi lahan dengan menanam pohon-pohon lebih efektif untuk mencegah longsor daripada hanya membangun fisik saja.

    "Tanam vetiver, akar wangi. Vetiver bukan Vety Vera, ya. Beda itu," ujar Jokowi sambil berkelakar dalam acara Rakornas BNPB di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Jawa Barat, pada Selasa, 4 Februari 2020. Vety Vera yang dimaksud Jokowi adalah biduan dangdut yang ngetop di era 1990-an.

    Vetiver merupakan tanaman sejenis rumput dari India, termasuk dalam famili Poaceae dan sekeluarga dengan sereh atau padi. Sekalipun berjenis rumput, veriviter memiliki akar yang menghunjam hingga kedalaman 2-2,5 meter. Tak pelak, vetiver menjadi pilihan terbaik untuk ditanam di lahan bekas hak guna usaha (HGU) yang telah digunduli, tanpa reboisasi.

    "Bayangin, kalau tiga tahun, akarnya bisa 3 meter," ujar Jokowi.

    Jokowi mengatakan, saat ini baru Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang sudah memesan bibit vetiver. "Jawa Barat butuh 50 juta bibit kata Pak Ridwan Kamil. Beliau langsung pesan. Saya bilang separuh (dana) sendiri, separuh dari pusat. Jangan semua dari pusat," ujar Jokowi.

    "Bibit ini murah sekali. Satu batang hanya Rp 2.000 rupiah," lanjut Jokowi.

    "Mahal pak, mahal," teriak sebagian peserta Rakornas yang hadir.

    "Siapa yang bilang mahal? Maju sini saya beri sepeda. Mahal, mahal. Dua ribu aja mahal. Daerah siapin, nanti pusat ikut bantu. Dua ribu doang," ujar Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.