Terbang dari Wuhan ke Denpasar, Ini penjelasan Lion Air

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maskapai Lion Air menurunkan dan menaikan penumpang di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Kota Sorong, Papua Barat, Selasa, 20 Agustus 2019. Dalam aksi kemarin, pendemo memaksa masuk ke Bandara tersebut pada Senin, 19 Agustus 2019. ANTARA/Olha Mulalinda

    Maskapai Lion Air menurunkan dan menaikan penumpang di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Kota Sorong, Papua Barat, Selasa, 20 Agustus 2019. Dalam aksi kemarin, pendemo memaksa masuk ke Bandara tersebut pada Senin, 19 Agustus 2019. ANTARA/Olha Mulalinda

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat Lion Air JT2618 melakukan penerbangan rute Wuhan-Denpasar pada Ahad, 26 Januari 2020. Pihak maskapai memberi penjelasan atas penerbangan di tengah mewabahnya virus Corona Wuhan, Cina.

    Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan penerbangan Wuhan-Denpasar itu tak membawa penumpang. Pesawat hanya membawa kru pesawat untuk dipulangkan ke tanah air.

    "Penerbangan Wuhan-Denpasar dioperasikan sebagai ferry flight, yakni hanya membawa kru dan tidak menerbangkan tamu atau penumpang," kata Danang lewat keterangan tertulis, Ahad, 26 Januari 2020.

    Danang mengatakan penerbangan Lion Air JT2618 ini sudah sesuai dengan pemberitahuan resmi otoritas setempat di Wuhan, bahwa status bandar udara saat ini hanya diperbolehkan melayani kedatangan. Sementara, keberangkatan hanya dibolehkan dalam kondisi darurat atau pesawat tidak membawa penumpang.

    Danang mengatakan Lion Air akan menghentikan sementara penerbangan internasional rute Denpasar-Wuhan dan sebaliknya. "Lion Air sudah menginformasikan kepada seluruh tamu atas perubahan dan pembatalan penerbangan sementara pada rute dimaksud," ujar Danang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.