Kapolri Bentuk Tim Pemburu Harun Masiku, Tersangka Suap KPU

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pria yang diduga Harun Masiku menggunakan kaos lengan panjang biru tua serta celana dan sepatu sport hitam, dan menenteng tas seukuran laptop dan kantong belanja. Istimewa

    Pria yang diduga Harun Masiku menggunakan kaos lengan panjang biru tua serta celana dan sepatu sport hitam, dan menenteng tas seukuran laptop dan kantong belanja. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian membentuk tim untuk memburu Harun Masiku, tersangka suap terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Pembentukan tim itu untuk membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencari Harun yang sampai saat ini buron. "Kami bentuk tim untuk mencari," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono di Kantor Komisi Kepolisian Nasional, Jakarta Selatan, pada Jumat, 24 Januari 2020. 

    Argo juga menegaskan bahwa dalam pencarian ini, ia tak akan membeberkan setiap perkembangannya kepada publik. "Kalau kami sampaikan, yang bersangkutan tahu langsung menghindar, gimana?"

    Harun tinggal di Perumahan Bajeng Permai Blok J Nomor 7, Makassar. Kepada Tempo, beberapa warga yang melintas di rumah tersebut sempat mendengar suara seorang pria yang diyakini sebagai Harun pada 15 Januari 2020.

    Harun adalah tersangka kasus suap yang menyeret mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan. Ia diduga menjanjikan uang sebesar Rp 900 juta untuk Wahyu agar bisa lolos menjadi anggota DPR melalui mekanisme pergantian antarwaktu. Pekara ini sedang ditangani KPK.

    Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan telah meminta bantuan kepolisian untuk mencari Harun. "Tentu kami bekerjasama dan bersinergi dengan kepolisian dan sudah kami buat surat permohonan permintaan bantuan pencarian dan penangkapan, lengkap dengan identitas yang bersangkutan," kata Firli pada 20 Januari 2020.

    Firli mengemukakan bahwa Harun sudah berstatus buron. Kendati demikian ia mengaku tak tahu kapan tepatnya Harun Masiku masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). "Sudah, sudah, belum lama (berstatus buron). Saya enggak tahu persis, tapi yang pasti itu sudah," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.