Airlangga Umumkan Struktur Baru Pengurus Golkar, Ini Daftarnya

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) X Partai Golkar di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019. Munas X Partai Golkar beragenda utama pemilihan Ketua Umum periode 2019-2024. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) X Partai Golkar di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019. Munas X Partai Golkar beragenda utama pemilihan Ketua Umum periode 2019-2024. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengumumkan jajaran pengurus baru partai beringin untuk periode 2019-2024. Dalam penyusunan kepengurusan Golkar kali ini, Airlangga memperhitungkan berbagai macam aspek di antaranya aspek fungsional, profesionalisme dan asas meritrokrasi.

    "Kepengurusan ini sudah memperhatikan Undang-Undang Partai Politik dengan ketentuan pengurus perempuan sebesar minimal 30 persen kepengurusan ini juga inklusif, sudah mengakomodir semua elemen. Baik perempuan, millenial dan dari unsur-unsur yang lain," ujar Airlangga lewat keterangan tertulis, Rabu, 15 Januari 2020.

    Berikut susunan kepengurusan Partai Golkar 2019-2024:

    Ketua Umum : Airlangga Hartarto

    Wakil Ketua Umum : Kahar Muzakkir, Ahmad Doli Kurnia, Azis Syamsuddin, Agus Gumiwang Kartasasmita, Hetifah Sjaifudian, Rizal Malarangeng, Melcias Markus Mekeng, Roem Kono, Nurul Arifin, Nurdin Halid, Bambang Soesatyo
    Ketua : Adies Kadier, Jerry Sambuaga, Meutya Hafidz, Airin Rachmi Diany, Ace Hasan Syadzili, Boby Adhitya Rizaldi, MQ Iswara, Iqbal Wibisono, Muhammad Sarmuji, Bambang Heri, Muhidin M Said, I Gede Sumarjaya Linggih, Hamzah Sangadji, Klemen Tinal, Tahan Samuel Lumban, Andogo Wiradi,Dave Akbarsyah Fikarno, Zulfikar Arse Sadikin, Andi Rio Pandjalangi, Nusron Wahid, Alexander Ery Wibowo, Dedi Mulyadi, Robert J Kardinal, Lamhot Sinaga, Mukhamad Misbakhun, Erwin Aksa, Veno Tetelepta, Gatot Soedaryono, Kusuma Judileksono, Ravindra A, M Sabil Rachman, Agustian B Prasetya, Ilham Permana, Idris Laena, Budi Setyawan, Panggah Susanto, Firman Subagyo, Kholis Malik, Yahya Zaini, Mukhtarudin

    Sekretaris Jenderal: Lodewijk F Paulus

    Wakil Sekretaris Jenderal: Mustafa M Radja, Tardjo Ragil, Dwi Priyo Armojo, Tumpal Sahala, Riyono Asnan, Hasrul Benny Harahap, Doni Akbar, Andika Hazrumy, Dico M Ganinduto, Misbah Shoim Haris, Pahlevi Pangerang, Adrian Jopie Parutu, Herman Hauong, Edi Langkara, Bernard Sagrim, Agung Widyantoro, Chandri Puspitasari, Christina Ariyani, Sahat Simanjuntak, Hasrul Rahman, Samsul Hidayat, Derek Loupatty, Jan Pieter Pangaribuan, Amin Ngabalin, Sholahul AM Notobuwono, Sebastian Salang, Andi Budi Sulistyo, Fahd El Fouz Arafiq, Sekarwati, Lindsey Afsari Putri, Rusli Aziz, M Alexandra Pahlevi, Eva Wibisono, Putri Zizy Puput Novel, Puteri Anetta Komarudin

    Bendahara Umum: Dito Ganinduto

    Wakil Bendahara Umum: Agoes Silaban, Shinta Wijaya Kamdani, Sari Yuliayi, Salim Fakhri, J Dwi Hartanto, Heru Dewanto, Badruttamam, Syafaat Perdana, Karan Sukarno, Hariara Tambunan, Raymond Syauta, Herna D Kusumastuti, Medina Wiranatakusuma, Adanty Kurnia, Dadan Pahlawan, Firaldi Akbar, Diah Roro Esty, Elvis Junaidi

    Ketua Dewan Pembina: Aburizal Bakrie

    Wakil Ketua: Zaenudin Amali

    Ketua Dewan Kehormatan: Akbar Tandjung

    Ketua Dewan Penasehat: Jendral (Purn) Luhut Binsar Panjaitan

    Ketua Dewan Pakar: Agung Laksono

    Ketua Dewan Etik: Mohamad Hatta

    Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto kembali terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional X Partai yang digelar awal Desember 2019. bambang Soesatyo sempat maju sebagai calon namun kemudian mengundurkan diri 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?