Yel Pramuka Islam Yes Kafir No, KPAI Koordinasi dengan Disdik

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebagian dari 799 anggota Pramuka peserta Geladian Pemimpin Regu Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Tangerang di Bumi Perkemahan Kitri Bakti Curug Kabupaten Tangerang, Kamis 21 November 2019 Foto AYUCIPTA Tempo

    Sebagian dari 799 anggota Pramuka peserta Geladian Pemimpin Regu Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Tangerang di Bumi Perkemahan Kitri Bakti Curug Kabupaten Tangerang, Kamis 21 November 2019 Foto AYUCIPTA Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan membahas adanya kasus tepuk Pramuka dengan yel-yel 'Islam Yes, Kafir No' di salah satu sekolah dasar di Kota Yogyakarta.

    "Kami akan koordinasikan dulu dengan Dinas Pendidikan terkait hal ini," ujar Ketua KPAI, Susanto saat dihubungi Tempo pada Selasa, 14 Januari 2020.

    Menurut Susanto, nilai-nilai Pramuka sesungguhnya sangat baik untuk pembentukan karakter anak. Maka dari itu, kata dia, internalisasi kepramukaan tidak boleh bertentangan dengan dasa dharma Pramuka yang menjunjung tinggi takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

    "Maka dari itu, pembina mesti hati-hati agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dari peserta didik terkait keyakinan beragama masing-masing," ujar Susanto.

    Seorang pembina Pramuka diduga mengajarkan yel-yel berbau sara saat praktik di SD Negeri Timuran, Brontokusuman, Mergangsang, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta. Peristiwa tersebut diungkapkan salah seorang wali murid lewat status WA.

    “Baru tahu saya ada pembina pramuka yang ngasih pembinaan ke anak SD Negeri dengan mengajarkan tepuk rasis. Iya kebetulan tadi di sekolah kakak ada kedatangan pembina pramuka, lalu salah satu pembina mengajarkan tepuk Islam di mana di akhir tepuk ada yel-yel Islam Islam yes Kafir Kafir No, sebagai ortu siswa aku proteslah, ini nih biang kerok perpecahan dan penabur kebencian, ke-Bhinekaan Pramuka tercoreng oknum pembina berakal tumpul,” tulis wali murid tersebut. Pembina Pramuka tersebut kini dikabarkan tengah diperiksa oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Yogyakarta.

    Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku menyesalkan adanya pembina Pramuka yang mengajarkan yel-yel tersebut. Dia menyebut pembina Pramuka itu tidak pada tempatnya mengajarkan hal itu. "Itu tidak betul. Bukan tempatnya mengatakan seperti itu. Di Indonesia tidak ada kafir. Saya sangat menyesalkan itu terjadi," kata dia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?