Usai Banjir Jakarta, PLN Janjikan Aliran Listrik Lancar Siang Ini

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melakukan pengisian daya untuk telepon genggamnya saat banjir melanda kawasan Kembangan, Jakarta Barat, Kamis, 2 Januari 2020. Warga korban banjir harus membayar Rp5.000 untuk dapat mengisi daya listrik gadget mereka hingga terisi penuh. ANTARA

    Warga melakukan pengisian daya untuk telepon genggamnya saat banjir melanda kawasan Kembangan, Jakarta Barat, Kamis, 2 Januari 2020. Warga korban banjir harus membayar Rp5.000 untuk dapat mengisi daya listrik gadget mereka hingga terisi penuh. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Satu hari setelah banjir Jakarta, Wakil Direktur PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Darmawan Prasodjo memastikan aliran listrik akan kembali normal siang ini, Jumat, 3 Januari 2020. Kepastian itu disampaikan Darmawan kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Kepolisian RI Jenderal Idham Azis yang berkunjung ke Gardu Induk PLN Kembangan, Jakarta Barat.

    Tim PLN sedang membersihkan gardu dan mengecek seluruh alat. "Dari testing sejak pagi, inshaAllah akan berjalan baik setelah Jumatan, bisa berfungsi kembali," ujar Darmawan.

    Hadi mengingatkan bahwa listik merupakan kebutuhan penting rakyat, sehingga ia berharap Gardu Induk PLN Kembangan bisa beroperasi kembali tanpa gangguan. "Kunjungan saya dengan Kapolri akan memberi bantuan solusi bagaimana menjaga Gardu Induk PLN Kembangan supaya bisa beroperasi tanpa adanya gangguan," ujar dia.

    Dalam kunjungan seusai banjir itu Kapolri dan Panglima TNI didampingi Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jaya Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono, Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Komisaris Jenderal Agus Andrianto, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Sisriadi.

    Turut pula Asisten Operasional Kepala Kepolisian RI Inspektur Jenderal Rudolf Nahak, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono, dan Panglima Daerah Militer Jayakarta TNI Mayor Jenderal Eko Margiyono.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.