Kapolri dan Panglima TNI Tinjau 3 Titik Lokasi Banjir Jakarta

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara kondisi banjir di kawasan pemukiman dan perkantoran Bendungan Hilir, Jakarta, Rabu, 1 Januari 2020. TEMPO/Subekti

    Foto udara kondisi banjir di kawasan pemukiman dan perkantoran Bendungan Hilir, Jakarta, Rabu, 1 Januari 2020. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Idham Azis dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan meninjau tiga titik lokasi banjir Jakarta pada hari ini, Jumat, 3 Januari 2019. Pemantauan tersebut akan dimulai pukul 09.00 WIB. 

    "Tiga titik yang bakal ditinjau Pak Kapolri dan Pak Panglima adalah Benhil, Jakarta Pusat; Kembangan, Jakarta Barat; dan Bantaran Sungai Ciliwung," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono melalui keterangan tertulis pada Jumat, 3 Januari 2020.

    Idham telah mengerahkan lebih dari 25 ribu personel untuk mengevakuasi masyarakat yang terkena banjir serta memberikan bantuan lainnya.

    "Jadi ada 25 ribu personel, ya. Dari Satuan Tugas Bencana, ditambah juga dari personel dari jajaran Kepolisian Resor dan Kepolisian Sektor," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra pada Kamis, 2 Januari 2020.

    Menurut Asep Polri telah memetakan empat wilayah yang menjadi fokus utama evakuasi. Keempat wilayah itu adalah Jakarta, Bandung, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek); Lebak, banten; Sumatera Utara; dan Jawa Barat (Bandung dan Bogor).

    Banjir di Jakarta dan sekitarnya disebabkan oleh hujan lebat disertai angin kencang pada 31 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020. Akibatnya, sejumlah wilayah di Jabodetabek terendam banjir dengan ketinggian beragam. Sepekan sebelumnya banjir bandang menerjang Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, yang mengakibatkan rusaknya rumah-rumah warga.

    Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun memprediksi potensi hujan lebat di Jabodetabek masih akan berlangsung hingga tujuh hari ke depan. Lebih lanjut prakiraan cuaca yang terjadi di Jabodetabek rata-rata diawali pada pagi hari berawan, siang hingga malam hujan. Meskipun sudah diprediksi, cuaca dapat sewaktu-waktu berubah karena anomali cuaca.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.