Ridwan Kamil Imbau Warga Waspada Terhadap Anomali Cuaca

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat  Ridwan Kamil menemui korban banjir di beberapa lokasi  di Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor, Kamis, 2 Januari 2020.

    Gubernur Jawa Barat  Ridwan Kamil menemui korban banjir di beberapa lokasi  di Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor, Kamis, 2 Januari 2020.

    INFO NASIONAL — Warga Jawa Barat diminta waspada terhadap anomali cuaca selama empat hingga lima hari ke depan. Akibat hujan deras dengan durasi lebih dari 12 jam pada malam pergantian tahun, beberapa titik di wilayah Jawa Barat dilanda banjir.

    “Saya doakan diberi kesabaran," kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang meninjau sejumlah lokasi banjir di Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor, didampingi Ketua Umum Jabar Bergerak, Atalia Ridwan Kamil, pada Kamis, 2 Januari 2020.  

    Di Kota Bekasi, Emil, sapaan Gubernur Jabar menemui korban banjir di Posko STMIK Bani Saleh, Jalan Mayor Hasibuan dan perumahan Villa Taman Kartini Bekasi Timur. Sedangkan di Kabupaten Bogor, Gubernur Jabar berkunjung ke Villa Nusa Indah, Bojongkulur, Gunungputri.

    Melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Provinsi Jabar memberikan bantuan 50 dus makanan, 10 dus minuman, 10 unit perahu karet, 40 pelampung, 40 helm, dan 40 dayung untuk Bekasi.

    Emil mengapresiasi seluruh relawan dan petugas kemanusiaan yang telah bergerak serta para kepala daerah yang sigap di lapangan melakukan tugas-tugas sesuai kebutuhan. Ia juga meminta agar warga mengikuti arahan BPBD. 

    Pada tempat terpisah, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, juga meninjau korban banjir di Kampung Lebaksari, Desa Mekarsari, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Sebanyak 78 rumah hancur di pemukiman dekat proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung itu. 

    "Penyebab banjir belum dipastikan, intinya jangan saling menyalahkan, tapi harus mencari solusi agar kejadian serupa tak terulang lagi,” kata Uu saat meninjau lokasi banjir di area underpass Kampung Lebaksari, Kamis lalu.

    Menurut Wagub Uu, ia telah berkomunikasi dengan PT KCIC (Kereta Cepat Indonesia China) dan memastikan bahwa bila banjir ini disebabkan oleh proyek kereta cepat, maka PT KCIC akan menjamin semua kerugian masyarakat. 

    Dalam kunjungan itu, Wagub Uu didampingi Bupati Bandung Barat Aa Umbara dan Direktur Utama PT KCIC, Chandra Dwiputra.

    Chandra Dwiputra menambahkan, pihaknya akan meminimalisasi sumber air di underpass. Bila tetap ada genangan saat hujan lebat maka akan disiapkan pompa air. "Bantuan sudah kami siapkan. Sekarang sedang kami data bersama Pak Kades (kepala desa)," kata Chandra. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.